Kompas.com - 18/03/2020, 06:00 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Anak-anak sangatlah egosentris. Mereka masih berpikir dunia berputar di sekeliling mereka.

Jika tidak, mereka akan berusaha membuat apa yang terjadi di sekelilingnya sesuai dengan keinginan mereka.

Itulah mengapa kebanyakan anak-anak senang mencari perhatian. Bahkan, sebagian dari mereka sengaja berperilaku tidak baik demi mendapatkan perhatian.

Baca juga: Atasi Rewel dan Tantrum Anak ala Rachel Venya

Jika mereka tidak mendapatkan perhatian itu, mereka akan menangis dan tidak kooperatif. Kita biasa menyebutnya tantrun.

Ketika anak berperilaku demikian hingga orangtua merasa terperangkap, apa yang sebaiknya dilakukan?

Sebagai permulaan, cobalah mengabaikannya setidaknya 1-2 menit. Ini memang tidak mudah dilakukan, apalagi jika berhadapan dengan amarah anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tantrum pada Balita Ternyata Banyak Manfaatnya

Orangtua harus punya tekad yang kuat.

Selalu ada kemungkinan mereka akan diam, dan respons orangtua mengajarkan anak bahwa dia tidak selalu bisa dituruti.

Jika mereka masih berperilaku sama beberapa menit ke depan, dan kita merasa tidak bisa mengabaikannya lebih lama, hampirilah si anak.

Cobalah tenang -jangan menghadapi mereka dengan ledakan amarah, dan yakinkan si anak bahwa dia akan merasa lebih baik jika lebih tenang.

Halaman:


Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X