Luangkan waktu untuk memeluk anak-anak atau pasangan, menatap mata mereka, bercakap-cakap lama dengan mereka, semua gerakan ini meningkatkan kedekatan dan juga meningkatkan hormon oksitosin, yang merupakan hormon yang mengikat orang dan juga memiliki efek menenangkan pada tubuh.
Ketika kadar oksitosin meningkat, mereka memberi tahu tubuh untuk mematikan kortisol yang merupakan hormon penyebab stres.
3. Carilah kebaikan dalam diri orang lain
Jenis-jenis krisis ini dapat memunculkan yang terburuk dan terbaik dalam sifat manusia. Beberapa hari ini banyak video menyedihkan tentang orang yang berebut tisu toilet, atau harga masker tak terkendali karena oknum penjual yang memanfaatkan keadaan, dan masih banyak lagi.
Di sisi lain, adapula orang yang membagikan hand sinitizer dan makanan gratis di lingkungan mereka.
Dua hal di atas membuat kita berpikir bahwa tantangan terberat saat ini adalah memunculkan sikap baik manusia saat menghadapi virus korona ini.
Baca juga: Galang Donasi Atasi Covid-19, Rachel Venya Kumpulkan Rp 1,2 Miliar
Para dermawan menyumbangkan uang kepada para ilmuwan untuk menemukan obatnya. Dokter dan staf medis bekerja lembur untuk membantu pasien yang sakit.
Orang-orang memposting pesan positif di media sosial. Teman-teman dari seluruh dunia saling menguatkan. Ketika kita menyelami aspek-aspek positif dan pro-sosial dari krisis ini, kita dipersatukan dalam sebuah harapan.
Dengan menyelami tiga hal tersebut kamu dapat berpotensi mengubah reaksi kimia otak dan membangun simpanan energi untuk membantu mengatasi aspek-aspek lain dari hari yang sulit.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.