Kompas.com - 18/03/2020, 11:45 WIB
Katedral Duomo, Milan, Italia terlihat sepi pengunjung. nytimes.comKatedral Duomo, Milan, Italia terlihat sepi pengunjung.

KOMPAS.com—Virus corona yang telah menjadi pandemik tak dipungkiri mendatangkan kecemasan. Dengan kebijakan untuk menutup kota atau negara, ekonomi yang ambruk, dan juga korban yang sakit, sekarang mungkin tampak sulit untuk berpikiran positif.

Namun, tetap berpikiran positif adalah unsur utama dalam resep keberhasilan mengatasi sebuah krisis.

Sekarang, lebih dari sebelumnya, inilah saatnya bagi kita untuk proaktif dalam menciptakan momen-momen kecil kebahagiaan, mengingat temuan-temuan dalam penelitian psikologi mengatakan bahwa emosi positif membantu kita untuk menghilangkan efek negatif dari stres.

Berikut adalah tiga hal yang bisa menumbuhkan emosi positif.

1. Nikmati moment sederhana

Bahkan selama himbauan untuk berdiam di rumah, kita masih memiliki banyak momen kecil untuk dinikmati.  Seperti menghirup aroma kopi, nuansa hangatnya mandi, atau menemani si kecil tidur, dan sebagainya.

Kita bisa berhenti sesaat untuk menikmati saat-saat ini, daripada membiarkan mereka berlalu begitu saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kita memberi otak kesempatan untuk memproses kesenangan, yang meningkatkan hormon serotonin - neurotransmitter, yakni, perasaan yang baik yang membantu meningkatkan suasana hati dan membuat kita merasa tenang.

Baca juga: Tips Parenting Selama Pandemi Corona

2. Perkuat hubungan dengan keluarga

Bagi kita yang berada dalam rumah bersama keluarga, sekarang adalah kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan orang yang kita cintai.

Luangkan waktu untuk memeluk anak-anak atau pasangan, menatap mata mereka, bercakap-cakap lama dengan mereka, semua gerakan ini meningkatkan kedekatan dan juga meningkatkan hormon oksitosin, yang merupakan hormon yang mengikat orang dan juga memiliki efek menenangkan pada tubuh.

Ketika kadar oksitosin meningkat, mereka memberi tahu tubuh untuk mematikan kortisol yang merupakan hormon penyebab stres.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

3. Carilah kebaikan dalam diri orang lain

Jenis-jenis krisis ini dapat memunculkan yang terburuk dan terbaik dalam sifat manusia. Beberapa hari ini banyak video menyedihkan tentang orang yang berebut tisu toilet, atau harga masker tak terkendali karena oknum penjual yang memanfaatkan keadaan, dan masih banyak lagi.

Di sisi lain, adapula orang yang membagikan hand sinitizer dan makanan gratis di lingkungan mereka.

Dua hal di atas membuat kita berpikir bahwa tantangan terberat saat ini adalah memunculkan sikap baik manusia saat menghadapi virus korona ini.

Baca juga: Galang Donasi Atasi Covid-19, Rachel Venya Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Para dermawan menyumbangkan uang kepada para ilmuwan untuk menemukan obatnya. Dokter dan staf medis bekerja lembur untuk membantu pasien yang sakit.

Orang-orang memposting pesan positif di media sosial. Teman-teman dari seluruh dunia saling menguatkan. Ketika kita menyelami aspek-aspek positif dan pro-sosial dari krisis ini, kita dipersatukan dalam sebuah harapan.

Dengan menyelami tiga hal tersebut kamu dapat berpotensi mengubah reaksi kimia otak dan membangun simpanan energi untuk membantu mengatasi aspek-aspek lain dari hari yang sulit.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.