Generasi X Lebih Serius Tanggapi Corona Dibanding Milenial dan Boomer

Kompas.com - 19/03/2020, 12:16 WIB
Seorang pengunjung terlihat memakai masker di depan objek wisata teranyar Singapura, air terjun Rain Vortex di Jewel Changi Airport. Air terjun dalam ruangan setinggi 40 meter ini diklaim merupakan yang terbesar di dunia.  AFP/GETTY IMAGES/ROSLAN RAHMANSeorang pengunjung terlihat memakai masker di depan objek wisata teranyar Singapura, air terjun Rain Vortex di Jewel Changi Airport. Air terjun dalam ruangan setinggi 40 meter ini diklaim merupakan yang terbesar di dunia.

KOMPAS.com – Walau informasi tentang penyebaran Covid-19 dan jumlah orang yang terinfeksi setiap hari kita dengar lewat media, tapi respon orang terhadap penyakit ini berbeda-beda.

Generasi milenial dan juga kelompok senior (boomer) ternyata lebih santai menghadapi wabah ini. Di banyak tempat, masih banyak orang-orang muda yang jalan-jalan ke mal atau restoran, meski sudah banyak imbauan untuk melakukan jarak sosial (social distancing).

Di lain pihak, tak sedikit orang yang mengeluh sulit meyakinkan orangtuanya akan bahaya Covid-19.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Harris Poll terhadap 2.000 orang dewasa menyebutkan, 77 persen orang berusia di atas 65 tahun dan 67 persen milenial (mereka yang lahir antara tahun 1981 dan 1996) meyakini risiko mereka tertular Covid-19 sangat kecil.

Di lain pihak menurut Pew Research Center Gen X (lahir antara tahun 1965 dan 1980) ternyata paling bersiap menghadapi wabah ini.

Generasi yang sering disebut sebagai generasi sandwich ini juga mengaku siap untuk hidup dalam isolasi untuk menghindari penularan virus.

Menurut pakar kesehatan mental Paul Gionfriddo, ada alasan psikologis mengapa ada perbedaan respon dari generasi yang berbeda.

“Setiap generasi bereaksi berbeda terhadap Covid-19, berdasarkan pada pengalaman yang mereka miliki,” kata Gionfriddo yang juga CEO dari organisasi nonprofit Mental Health America.

Salah satu teorinya, generasi X mungkin memiliki banyak pengalaman naik turun, misalnya saja saat serangan teroris 9/11 atau jatuhnya bursa saham tahun 2008.

Dalam pandemi Covid-19 ini, orang dari generasi X juga kelompok yang paling bertanggung jawab di rumah sebagai orangtua dan juga merawat lansia.

Baca juga: Ingin Lepas dari Jebakan Generasi Sandwich, Simak Tips Ini

“Generasi sandwich sangat peduli pada orangtuanya dan juga anaknya, mereka juga generasi yang bekerja sehingga sangat memperhatikan bagaimana memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

Dengan kata lain, generasi X tak punya pilihan lain selain menyiapkan diri dengan serius dalam wabah corona ini.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di halaman Gedung KPK Merah Putih di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Untuk mencegah penyebaran COVID-19, KPK melakukan disinfeksi di sejumlah area Gedung Merah Putih.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di halaman Gedung KPK Merah Putih di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Untuk mencegah penyebaran COVID-19, KPK melakukan disinfeksi di sejumlah area Gedung Merah Putih.

Generasi yang lebih tua, seperti baby boomer (yang lahir antara 1946 dan 1964), pasti juga telah mengalami banyak hal, tetapi perhatian mereka kini beralih kepada anak dan cucunya, dibanding kesehatannya sendiri.

“Walau orang yang berusia di atas 65 tahun adlaah kelompok beresiko tinggi mengalami komplikasi dari Covid-19, namun mereka akan merasa bisa merawat dirinya sendiri,” kata ahli perawatan kesehatan lansia David Nace.

Baca juga: Generasi Alpha Sangat Melek Teknologi, Orangtua Harus Bagaimana?

Sementara itu, generasi yang lebih muda seperti milenial dan Gen Z cenderung “menganggap ringan” masalah karena itu merupakan mekanisme pertahanannya.

Misalnya saja, mereka tetap nongkrong ke café atau restoran, walau sudah ada imbauan untuk tetap di rumah saja, karena menganggap siap menghadapi risikonya.

Penelitian lain menyebutkan, milenial sebenarnya lebih stres dibanding generasi lain. Bahkan, mereka dianggap sebagai “generasi pencemas”. Jadi, di saat pandemic seperti sekarang mungkin mereka terlihat biasa saja, karena generasi ini sudah stres sebelumnya.

Berapa pun usia Anda, sangat penting setiap orang memahami bahwa ancaman dari virus ini nyata.

Tak perlu malu untuk menunjukkan bahwa kita khawatir dan segera melakukan persiapan dengan cara tetap di rumah, menjaga jarak, dan menjaga kesehatan.

Baca juga: Mengapa Korban Meninggal Infeksi Corona di Italia Sangat Banyak

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X