Kompas.com - 19/03/2020, 12:44 WIB
Ilustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan ShutterstockIlustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan

KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya sejak krisis virus corona dimulai, China pada hari Kamis (19/3/2020) melaporkan tidak ada infeksi lokal baru.

Ini adalah sebuah tonggak bersejarah dalam pertarungan yang mahal dengan wabah yang telah menjadi pandemi yang kemudian mengubah kehidupan sehari-hari dan aktivitas ekonomi di seluruh dunia.

Para pejabat mengatakan 34 kasus virus corona baru telah dikonfirmasi, namun semuanya melibatkan orang-orang yang datang ke China dari tempat lain. Hal ini mungkin menjadi pertanda berakhirnya epidemi China.

Pengumuman itu juga dapat membuka jalan bagi para pejabat untuk lebih fokus pada menghidupkan kembali ekonomi negara itu, yang hampir terhenti setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan tindakan karantina.

Dalam beberapa hari terakhir, kehidupan ekonomi telah dimulai lagi.

Namun Cina belum keluar dari bahaya. Para ahli mengatakan, masih perlu melihat setidaknya 14 hari berturut-turut tanpa infeksi baru, sehingga bisa disebut wabah benar-benar berakhir.

Masih harus dilihat pula apakah virus akan muncul kembali setelah kehidupan sehari-hari menjadi normal dan pembatasan perjalanan dicabut di seluruh negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sangat jelas bahwa tindakan yang diambil di China hampir mengakhiri gelombang infeksi pertama mereka," kata Ben Cowling, seorang profesor dan kepala divisi epidemiologi dan biostatistik di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Hong Kong.

"Pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi jika ada gelombang kedua, karena jenis tindakan yang telah diterapkan Cina tidak selalu berkelanjutan dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Untuk mengatasi wabah, pihak berwenang menutup sekolah dan tempat kerja, serta memberlakukan pembatasan perjalanan dan karantina pada petak luas populasi dan banyak pendatang dari luar negeri.

Sejak Januari, lebih dari 50 juta orang di provinsi pusat Hubei, termasuk ibukotanya, Wuhan, tempat wabah dimulai, telah “dikunci” secara ketat. Mereka tidak diizinkan meninggalkan kota seiring banyaknya kasus infeksi virus corona.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
YOUR-FAVORITE-MAKEUP-ITEM
Enggak Merogoh Kocek Dalam, Ini 4 Rekomendasi Bedak Tabur di Bawah 50 Ribu!
Enggak Merogoh Kocek Dalam, Ini 4...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.