Kompas.com - 19/03/2020, 19:58 WIB

KOMPAS.com - Banyak ibu hamil yang khawatir bila dirinya tertular virus corona, akan berdampak pada bayi dalam kandungannya.

Namun, menurut pedoman baru, ibu hamil tidak lebih rentan terhadap gejala Covid-19 yang parah, dan tidak ada bukti virus dapat menular ke bayi selama kehamilan.

Pedoman itu dikeluarkan oleh Royal College of Obstetricians and Gynecologists, Royal College of Midwives and Royal College of Paediatrics and Child Health.

Baca juga: Seberapa Rentan Wanita Hamil pada Virus Corona?

Isi pedoman tersebut menawarkan jaminan kepada wanita hamil di Inggris yang sampai sekarang belum memberikan rincian spesifik tentang apakah mereka atau bayi mereka berada pada risiko lebih besar.

Wanita hamil telah mengubah sistem kekebalan tubuh, yang dapat membuat mereka berisiko lebih tinggi untuk komplikasi parah jika terkena virus seperti flu.

Beberapa penyakit pernapasan juga dapat menyebabkan penyakit kritis pada bayi yang sangat muda.

Namun, berdasarkan data yang tersedia, tak satu pun dari pola ini terlihat pada Covid-19.

"Karena ini adalah virus yang sangat baru, kami sedang mempelajarinya, sehingga panduan ini akan terus ditinjau secara berkala ketika bukti baru muncul."

Baca juga: Cegah Virus Corona, Apa yang Harus Dilakukan Ibu Hamil?

Demikian kata Edward Morris, presiden Royal College of Obstetricians and Gynecologists.

"Selama beberapa minggu dan bulan mendatang, kemungkinan wanita hamil di Inggris akan dites virus corona."

"Sementara data saat ini terbatas, tidak ada bukti virus dapat menular ke bayi selama kehamilan."

Pedoman ini didasarkan pada pengamatan dari Cina, termasuk laporan WHO yang melihat data dari 147 wanita hamil, 64 di antaranya dikonfirmasi memiliki virus corona, 82 diduga kasus dan satu kasus tanpa gejala.

Dari jumlah tersebut, 8 persen memiliki gejala parah dan 1 persen dalam kondisi kritis.

Baca juga: 8 Pertanyaan Seputar Wabah Virus Corona dan Ibu Hamil

Sebuah studi terpisah di Lancet diikuti sembilan wanita hamil yang telah dites positif virus corona di Wuhan, China, tempat wabah itu berasal.

Tim peneliti menemukan, pada saat kelahiran yang melalui operasi caesar, semua bayi sehat dan tidak ada bukti virus corona dalam ASI ibu, darah tali pusat atau cairan ketuban.

Prof Russell Viner, presiden Royal College of Paediatrics and Child Health mengatakan, berdasarkan bukti saat ini, tidak direkomendasikan untuk memisahkan bayi dan ibu yang dites positif mengidap virus corona.

"Dampak dari pemisahan ini, bahkan sebagai tindakan pencegahan, dapat menjadi signifikan pada bayi dan ibu," katanya.

"Kami akan meninjau rekomendasi ini, karena kami melihat lebih banyak bukti di beberapa minggu dan bulan mendatang."

"Ada juga bukti terbatas tentang penularan virus corona melalui ASI, tapi berdasarkan apa yang kita ketahui sekarang, kita merasakan manfaat menyusui melebihi risiko potensial."

Baca juga: Cara Keluarga Kerajaan Inggris Mencegah Penularan Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.