Tak Ada Infeksi Covid-19 Lokal Baru di Wuhan, Bangkitkan Harapan Dunia

Kompas.com - 19/03/2020, 21:23 WIB
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan olahraga bersama saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. AFP/STR/CHINA OUTPasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan olahraga bersama saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.

KOMPAS.com - Bulan lalu, Wuhan diserang ribuan kasus baru virus corona setiap hari.

Tetapi dalam perkembangannya, dengan banyak wabah berporos ke Eropa dan Amerika Serikat, otoritas China mengatakan pada hari Kamis, kota dan provinsi di sekitarnya tidak memiliki kasus baru untuk dilaporkan.

Berita itu menghadirkan secercah harapan untuk seluruh dunia, dan pelajaran dalam langkah-langkah yang diperlukan guna menghentikan penyebarannya.

Baca juga: Gratis dan Praktis, Cek Risiko Virus Corona secara Online

Wuhan adalah tempat pertama penyebaran virus dan ribuan orang pernah terbaring di rumah sakit yang dibangun secara darurat.

Tetapi pihak berwenang China mengatakan pada hari Kamis, 34 kasus baru yang dicatat pada hari sebelumnya berasal dari luar negeri.

"Hari ini kita telah melihat fajar setelah sekian hari kerja keras," kata Jiao Yahui, inspektur senior di National Health Comission.

Meski memang virus corona masih terus menelan korban di tempat lain, baik manusia maupun ekonomi.

Saham kembali anjlok di Wall Street di tengah kekhawatiran resesi berkepanjangan, jatuh begitu cepat sehingga memicu penghentian perdagangan otomatis lainnya.

Baca juga: Studi: Virus Corona Bisa Bertahan Lama di Udara dan Permukaan

Sementara produsen mobil utama AS mengatakan, mereka menutup pabrik mereka di Amerika Utara.

Seperti yang kita tahu, Italia memiliki jumlah kematian yang nyaris melampaui China terkait virus corona, pencapaian mengerikan yang 'disebabkan' banyaknya populasi lansia, sistem kesehatan yang buruk, serta terlambat melakukan lockdown di pusat penyebaran virus, Lombardi.

Di tempat lain di seluruh dunia, lebih banyak perbatasan ditutup, sehingga banyak orang bertanya-tanya bagaimana mereka akan pulang.

Australia dan Selandia Baru menutup pintu untuk wisatawan, kecuali bagi warga pribumi.

Sementara Fiji melaporkan kasus pertama virus corona, perkembangan memprihatinkan di wilayah dengan layanan kesehatan buruk.

AS dan Kanada sama-sama menutup perbatasan mereka, kecuali untuk perjalanan penting, dan Trump mengatakan dia menegaskan siapa saja yang melintasi perbatasan selatan secara ilegal agar segera kembali ke Meksiko.

Baik Rusia dan Meksiko masing-masing melaporkan kematian pertama mereka akibat virus itu.

Baca juga: Cara Keluarga Kerajaan Inggris Mencegah Penularan Virus Corona

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X