Kompas.com - 19/03/2020, 23:45 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Di tengah wabah virus corona yang mengancam dunia, wajar jika kita mulai merasa stres.

Informasi berubah secara cepat dan dapat membingungkan, bahkan menakutkan. Kita mungkin mengalami ketakutan dan kecemasan.

Meski kita bisa mengelola tingkat kecemasan dengan baik, masih banyak yang harus dihadapi.

Baca juga: Sakit Perut, Tanda Awal Terinfeksi Virus Corona?

Entah itu terkait anggota keluarga yang berisiko, ekonomi yang anjlok, berjuang dengan pekerjaan, menjaga anak-anak saat sekolah dipindahkan ke rumah, atau menyesuaikan diri dengan situasi baru, stres mudah menumpuk dan berdampak negatif.

Psikolog klinis Amy Sullivan, PsyD, ABPP, menekankan pentingnya merencanakan kegiatan coping.

Coping adalah cara seseorang mengatasi situasi atau masalah yang dialami baik sebagai ancaman atau tantangan yang menyakitkan.

"Mari kita menjadi inovatif. Ini adalah masa di mana kita benar-benar bisa kreatif dan menghasilkan keterampilan coping yang positif."

Berikut lima langkah mengelola stres yang bisa kamu coba lakukan:

1. Berolahraga teratur

Di saat gym tutup dan social distancing berlaku, kita masih bisa melakukan latihan aerobik seperti berjalan, berlari, mendaki gunung atau bermain dengan anak dan hewan peliharaan kita.

Semua itu membantu melepaskan endorfin --zat alami yang membantu kita merasa lebih baik dan memertahankan sikap positif.

Sullivan merekomendasikan yoga dan stretching sebagai salah satu cara melatih tubuh kita dan menenangkan pikiran, dan itu mudah dilakukan.

Baca juga: Sakit Perut, Tanda Awal Terinfeksi Virus Corona?

2. Pertahankan pola makan sehat

Stres dapat memengaruhi kebiasaan makan dan metabolisme kita.

Cara terbaik memerangi stres atau emotional eating adalah waspada terhadap apa yang memicu stres makan dan siap melawan keinginan tersebut.

"Jika kita cenderung makan emosional, ketahui pemicunya, apa yang membuat kita stres dan bersiaplah," kata Dr. Sullivan.

Mempunyai camilan sehat akan membantu menyehatkan tubuh, memberikan nutrisi agar lebih baik mengatasi stres.

"Membantu mengatur gula darah sepanjang hari akan membuat tubuh kita stabil dan emosi yang jauh lebih baik," kata Dr. Sullivan.

3. Tinggalkan sejenak informasi terkait virus corona

"Sebagai manusia kita ingin mengendalikan hidup kita dan dalam situasi ini, kita harus belajar mengelola kurangnya kontrol," kata Dr. Sullivan.

Walau penting untuk mendapat informasi tentang berita dan perkembangan terbaru terkait virus, sifat berita yang terus berkembang bisa menjadi luar biasa.

Temukan keseimbangan paparan berita yang cocok untuk kita. Ini penting bagi anak-anak kita.

Kita perlu membatasi ekspos media ke anak-anak dan memberikan informasi yang sesuai usia mereka.

Jika memungkinkan, tinggalkan berita dan bermain dengan teka-teki, permainan papan, perburuan harta karun, mengatur ulang sesuatu, atau membaca buku baru yang tidak terkait dengan topik virus corona.

Baca juga: Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X