Kompas.com - 20/03/2020, 13:27 WIB
Ilustrasi memasak chabybuckoIlustrasi memasak

JAKARTA, KOMPAS.com - Anjuran untuk jaga jarak sosial (social distancing) dari pemerintah membuat banyak orang berdiam diri di rumah.

Tak sedikit pula orang yang membeli banyak bahan makanan untuk mengantisipasi persediaan yang habis dikemudian hari.

Beberapa bahan makanan yang kerap diserbu di antaranya mie instan dan beras. Padahal, daripada melakukan "panic buying" dan membeli banyak bahan makanan yang tidak perlu, kita bisa melakukan meal prep.

Baca juga: Sakit Perut, Tanda Awal Terinfeksi Virus Corona?

Meal prep adalah metode mempersiapkan banyak porsi makanan dalam satu waktu untuk sebagian disimpan dan dikonsumsi beberapa hari ke depan.

"Daripada panic buying mending meal prep. Jadi beli sebutuhnya untuk seminggu, masak untuk seminggu lalu kita bekuin semuanya," kata Chef Yuda Bustara ketika dihubungi.

Alih-alih membeli semua makanan instan, Yuda justru menyarankan masyarakat untuk juga membeli produk-produk segar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada intinya, dalam satu menu makanan yang akan dibuat kita harus memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan sayur tinggi serat.

Baca juga: Pahami Perbedaan Social Distancing, Isolasi Diri, dan Karantina

Untuk karbohidrat, selain beras kita bisa membeli kentang, pasta, singkong, mie, dan lainnya. Sementara untuk protein kita bisa membeli telur, daging sapi, saging ayam, kornet, atau tuna kaleng.

Sedangkan untuk sayuran, sayuran berbatang seperti brokoli atau wortel cenderung lebih awet untuk disimpan ketimbang sayuran berdaun.

Teknik mempersiapkan meal prep dijelaskan secara lengkap oleh Chef Yuda lewat sebuah video dalam akun YouTube miliknya, Yuda Bustara.

Namun, secara sederhana, hal yang perlu kita lakukan adalah memasak makanan tersebut terlebih dahulu untuk jumlah porsi satu yang diinginkan, misalnya satu minggu.

Beberapa bahan makanan cukup dimasak hingga setengah matang. Sehingga, saat kita menghangatkannya nanti, makanan tersebut akan matang sempurna dan terasa tetap segar.

Baca juga: Bukan Masker, Ini yang Harus Kamu Beli di Tengah Wabah Virus Corona

Sementara, beberapa menu makanan yang sekiranya kurang segar jika dihangatkan kembali, seperti menu sup, idealnya dimasak hingga matang.

"Jadi kalau dihangatkan supaya tetap empuk dan fresh, misalnya ayam, daging, dimasaknya setengah matang, lalu dibekuin (dalam freezer), waktu dihangatkan dia langsung matang semua seperti makanan yang baru dimasak," tuturnya.

Begitu pula dengan bumbu. Sediakan setidaknya bumbu-bumbu dasar, seperti bumbu merah, bumbu kuning dan bumbu putih kemudian bekukan seperti es batu. Ketika hendak menggunakannya, kamu bisa melelehkannya lalu dimasak.

Baca juga: Tak Perlu Panic Buying, Ini Daftar Stok Makanan yang Diperlukan

"Bisa dibekukan seperti es batu, dimasukkan ke dalam cube. Jadi misal satu cube untuk satu kali makan. Misalnya hari ini mau masak nasi goreng pakai bumbu kuning tinggal ambil satu cube, lelehkan, masak."

"Itu bisa disimpan sampai tiga bulan," kata Yuda.

Lalu, bagaimana jika tidak punya microwave untuk menghangatkan makanan? Kamu tak perlu khawatir, sebab ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghangatkan kembali meal prep tersebut.

"Dihangkatkan biasa enggak masalah. Meal prep juga bisa pakai kukusan, rice cooker, penanak nasi, atau direbus," ucapnya.

Baca juga: 3 Jenis Bahan Makanan Penting Selama Isolasi di Rumah



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.