Lomba Lari Virtual di Tengah Wabah Corona, Mau Ikut?

Kompas.com - 23/03/2020, 14:56 WIB
Ilustrasi lari shutterstockIlustrasi lari

KOMPAS.com - Masyarakat diimbau untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing) dan berdiam diri di rumah di tengah kasus virus corona yang semakin bertambah. Ini terjadi tidak hanya di tanah air namun juga di beberapa negara di dunia.

Banyak kebiasaan sebelumnya yang sulit kita terapkan saat ini, termasuk berolahraga secara bebas di luar ruangan apalagi mengikuti lomba lari.

Namun, kamu tetap bisa mendapatkan pengalaman baru dengan melakukan lomba lari secara virtual, lho.

Baca juga: Mandi Air Panas Tidak Membasmi Virus Corona

Lomba lari tersebut bertajuk " Covid-19 Battle Virtual Half Marathon" dan digagas oleh aplikasi lari JomRun.

Lomba lari ini bertujuan mendorong masyarakat agar tetap aktif walau dalam masa social distancing di rumah masing-masing. 

Seperti disebutkan dalam namanya, lomba lari ini dilaksanakan secara virtual dan bisa diikuti oleh siapa saja dan di mana saja tanpa harus mengumpulkan massa.

Baca juga: Pahami Perbedaan Social Distancing, Isolasi Diri, dan Karantina

“Berbagai acara olahraga dibatalkan, beberapa orang pun akhirnya mengurung diri di rumah dan mengabaikan aktivitas fisik,” ungkap Founder & CEO JomRun Chang Yi Hern melalui pernyataan tertulis yang diterima Kompas Lifestyle.

“Padahal, bila mengacu pada anjuran Kementerian Kesehatan dalam GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), melakukan aktivitas fisik seperti bekerja dan berolahraga menjadi langkah pertama untuk menjaga badan tetap sehat dan bugar."

Lalu, seperti apa proses yang harus dijalani oleh peserta untuk mengikuti lomba lari ini?

Chang menjelaskan, seluruh proses mulai dari registrasi, hingga pengukuran dan pengunggahan data jarak tempuh dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi seluler JomRun.

Baca juga: Arnold Schwarzenegger Bagi Tips Olahraga di Tengah Wabah Corona

Para peserta dapat mendaftar lomba lari half marathon virtual yang sudah dibuka mulai 17 Maret hingga 17 Juni 2020.

Akan ada dua pilihan jarak tempuh, yaitu 5km dan 21km (half marathon). Tidak ada penetapan batasan waktu tempuh lari bagi kedua kategori tersebut.

"Sehingga, setiap peserta bisa memilih jarak tempuh dan mengakumulasi jarak berlarinya sesuai kemampuan masing-masing hingga batas pengunggahan data pada 17 Juni 2020 nanti," kata Chang.

Peraturan lomba untuk pengukuran jarak lari juga cukup fleksibel. Selain berlari di luar ruangan, para peserta juga dapat mengakumulasi jarak tempuh dengan lari di dalam ruangan menggunakan treadmill.

Baca juga: Lockdown di Perancis, Pria Ini Lari Maraton 6 Jam di Balkon 7 Meter

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X