Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/03/2020, 17:05 WIB

Jadi, meskipun kita menyukai kuku yang lebih panjang, pastikan kita membersihkannya dengan baik.

"Kita tahu kuku palsu tidak baik untuk pencegahan infeksi, jadi lebih baik tidak memilikinya," ujar Rathore.

Sementara itu Ransom mengatakan, ia tidak terlalu khawatir tentang rambut atau kulit di bagian lain tubuh akan membawa virus, karena bagian tersebut jarang bersentuhan dengan permukaan yang terinfeksi.

Selama kita sering mencuci tangan, kata Ransom, kita bisa terus memainkan rambut sesuka hati.

"Virus mungkin ada di rambut kita, tetapi sulit dibayangkan, kecuali seseorang secara aktif batuk dan meninggalkan tetesan di rambut kita," kata Ransom.

"Mekanisme transmisi paling umum terkait dengan tangan, karena kita menggunakannya setiap saat, menyentuh benda, dan kita bahkan tidak menyadarinya. Lalu kita menyentuh wajah setiap saat tanpa memikirkannya."

Baca juga: Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Pakaian, Bagaimana Mencucinya?

Jika mencuci tangan dan membersihkan kuku dengan baik adalah satu-satunya perubahan besar, lalu adakah produk terbaik untuk membasuh virus?

Para dokter setuju, ini bukan tentang apa yang kita pakai, melainkan bagaimana kita memakainya.

Karena itu mereka menyarankan, jangan semata-mata mengandalkan hand sanitizer.

"Orang bertanya-tanya 'apakah sabun antibakteri lebih baik daripada sabun biasa? Bagaimana dengan gel pembersih?' Jawabannya hanya sabun dan air yang terbaik," kata Ransom.

"Ada banyak penelitian yang benar-benar tidak menunjukkan manfaat signifikan menggunakan sabun antibakteri."

"Hand sanitizer itu bermanfaat jika kita tidak bisa mencuci tangan dan kita baru saja menyentuh pegangan tangga."

"Tapi sebenarnya itu tidak sepenuhnya membersihkan kulit dan celah-celahnya, jadi jika kita memiliki sedikit kotoran atau minyak kulit alami di tangan, akan lebih mudah bagi virus menetap di sana."

Baca juga: 5 Tips Mudah Bebaskan Rumah dari Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.