Seorang Ibu Berbagi Pengalamannya soal Gejala Virus Corona pada Anak

Kompas.com - 23/03/2020, 23:09 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Bukan hanya di Indonesia, jumlah kasus infeksi virus corona masih terus mengalami peningkatan di berbagai negara.

Ya, virus corona kini telah menjadi kenyataan hidup dengan situasi yang selalu berubah setiap harinya, terutama tentang infeksi baru dan kasus kematian.

Menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, hingga Senin (23/3/2020), total jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 331.273 kasus, dengan 14.450 kematian, dan 97.847 pasien dinyatakan sembuh.

Tak hanya menyerang orang dewasa dan lansia, virus corona kini juga telah menginfeksi anak-anak.

Baca juga: Penularan Virus Corona pada Anak-Anak, Orangtua Wajib Tahu

Seorang ibu dari Cardiff, Wales berbicara tentang tanda-tanda yang harus diwaspadai pada anak-anak setelah bayinya sendiri didiagnosis positif menderita Covid-19.

Gejala utama dari virus corona yang disebut National Health Service (NHS) adalah suhu tinggi dan batuk terus-menerus.

Beberapa ahli menyebutkan, gejala pada anak tampak jauh lebih ringan. Namun, seorang ibu mengeluarkan peringatan untuk orangtua lainnya agar mengenali tanda-tanda apa yang harus diwaspadai pada bayi saat terinfeksi virus corona.

Laura Pearson, dari Cardiff, Wales menceritakan pengalamannya setelah putranya yang berusia enam bulan, Gruff, jatuh sakit parah.

Ini terjadi setelah pasangan Laura mengalami gejala-gejala Covid-19 termasuk suhu tinggi, kedinginan, tubuhnya terasa sakit, dan batuk ringan.

Virus corona yang sangat menular kemudian menyebar ke putra mereka dan mulai mengembangkan gejalanya sendiri.

Baca juga: Gejala Infeksi Corona pada Anak Lebih Ringan

Laura semakin panik dengan kondisi bayinya yang memburuk, ketika putranya mengalami empat gejala.

“Dia menderita batuk kering yang datang dan pergi, tetapi kemudian tubuhnya sangat panas,” ujarnya kepada Wales online.

“Saya menelepon dokter umum, karena saya tidak dapat menghubungi saluran bantuan NHS 111 dan kami diminta untuk memantau kondisinya melalui situs web whenshouldiworry.com, yang didirikan oleh para peneliti medis di Universitas Cardiff," lanjutnya.

Ketika suhu Gruff mencapai 39 derajat, Laura mencoba mengajukan permintaan pada teman-temannya di Facebook untuk mengirimkan termometer baru, mereka juga mempertanyakan apakah mungkin termometernya rusak karena angka yang muncul sangat tinggi.

Laura memerhatikan bahwa Gruff mulai mengalami suhu tinggi, menggigil, tubuhnya sakit, dan batuk ringan.

“Gruff menangis seperti orang kesakitan dan tidak dapat ditenangkan, sehingga kami menghubungi dokter umum yang sedang libur dan ia menyarankan kami untuk pergi ke rumah sakit,” kata Laura.

Baca juga: 5 Cara Mengedukasi Anak soal Covid-19

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X