Kafe di Perancis Tetap Buka Saat Perang, Tutup Selama Wabah Corona

Kompas.com - 24/03/2020, 14:00 WIB
Deretan kafe di kota Paris. ShutterstockDeretan kafe di kota Paris.

KOMPAS.com – Warga Perancis terkenal dengan budayanya minum kopi atau menghabiskan waktu di kafe. Tak heran jika banyak kafe-kafe yang tetap buka melayani pengunjung saat Perang Dunia II. Namun, selama pandemik virus corona, semua kafe harus tutup.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, pada 17 Maret 2020 mengumumkan bahwa negaranya akan memberlakukan lockdown selama 15 hari. Semua warga diminta berdiam diri di rumah. Pasalnya Kota Mode tersebut tengah bergulat dengan pandemi virus corona.

Semua tempat wisata, tempat hiburan, termasuk restoran dan kafe pun ikut tutup. Tak terkecuali The Café de Flore dan the Brasserie Lip. Padahal, kedua kafe itu selama ini selalu melayani pelanggannya, tak terkecuali selama masa perang.

“Setidaknya saat Perang Dunia II kami tahu siapa yang kami lawan. Sekarang kami tidak tahu,” kata kepala pelayan di Brasserire Lipp.

Pemerintah Perancis menetapkan hanya toko yang melayani kebutuhan pokok warga saja yang boleh buka, misalnya toko bahan makanan dan stasiun pengisian bahan bakar.

Baca juga: Apa Itu Roti Baguette yang Diburu Warga Perancis di Tengah Lockdown?

Warga menjaga jarak aman saat mengantre berbelanja di Paris, 21 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.AFP/LUDOVIC MARIN Warga menjaga jarak aman saat mengantre berbelanja di Paris, 21 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Bisnis toko roti juga menjadi salah satu beberapa bisnis layanan penting yang diizinkan untuk tetap buka di Perancis, di tengah kebijakan lockdown. Syaratnya, mereka melakukan langkah ketat menjaga jarak antar pelanggan.

“Sungguh menyedihkan melihat kafe-kafe harus tutup, kami berharap ini tidak terlalu lama. Saya tidak mengeluh, karena ini untuk kebaikan kita semua,” kata Sophie Chardonnet, salah seorang warga kepada Reuters.

Tempat-tempat wisata yang biasanya tak pernah sepi oleh turis pun sudah sepi. Sehari sebelum keputusan lockdown, beberapa kelompok kecil turis terlihat masih berkeliaran di tempat-tempat wisata.

Di pusat kota Paris, pusat pertokoan yang banyak disesaki butik fashion mewah juga telah sepi. Kini merek-merek besar mendorong pelanggannya untuk melakukan pembelian secara online.

Baca juga: Imbas Penundaan, Klub-klub Liga Perancis Merugi Triliunan Rupiah

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X