Kompas.com - 25/03/2020, 08:08 WIB
Warga Finlandia tersenyum saat memakai atribut bernuansa bendera negaranya saat Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, Februari lalu. AFP/ANDREJ ISAKOVICWarga Finlandia tersenyum saat memakai atribut bernuansa bendera negaranya saat Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, Februari lalu.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Negara-negara paling bahagia di dunia bisa jadi lebih mampu menangani krisis, seperti virus corona.

Sebab, tingkat kepercayaan warga negara di beberapa negara tersebut lebih tinggi terhadap orang lain, menurut sebuah laporan.

World Happiness Report dari United Nations Sustainable Development Solutions Network menyatakan, "masyarakat dan negara-negara dengan tingkat kepercayaan sosial tinggi, lebih tangguh dalam menghadapi bencana alam dan krisis ekonomi."

"Bekerjasama dan bukannya bersaing menjadi aturan hari ini, dan orang-orang senang saat mereka mau dan mampu saling membantu di saat dibutuhkan," demikian laporan tersebut.

Laporan yang diterbitkan Jumat lalu pada International Day of Happiness itu menganalisis data yang mencakup 156 negara, termasuk informasi yang dikumpulkan dalam jajak pendapat analitik perusahaan AS, Gallup.

Baca juga: Mengapa Finlandia dan Denmark Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian ini menemukan, kelima negara Nordik --Finlandia, Denmark, Norwegia, Swedia dan Islandia-- adalah negara dengan tingkat kepercayaan terbaik di dunia.

Dikatakan warga di masing-masing negara ini memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada orang lain dan pada institusi, seperti bisnis dan pemerintah.

Dalam krisis kesehatan dan ekonomi global, seiring merebaknya virus corona, tingkat kepercayaan menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Warga di lima negara itu mempercayai pemerintah untuk menerapkan kebijakan demi melindungi mereka dari dampak kesehatan dan ekonomi karena virus tersebut.

Mereka juga saling peduli dengan mematuhi pedoman seperti langkah-langkah social distancing dan isolasi diri untuk memperlambat penyebaran infeksi.

Cara yang lebih membangun dalam menangani virus corona dapat dilihat di Norwegia, negara paling bahagia kelima di dunia.

Pekan lalu, Perdana Menteri negara itu, Erna Solberg, mengadakan konferensi pers untuk anak-anak, memberi mereka kesempatan bertanya tentang virus corona.

Baca juga: Apa yang Bisa Kita Tiru dari Negara Paling Bahagia di Dunia

Para penulis laporan menyarankan, hal ini dikarenakan kualitas institusi di negara-negara ini, termasuk manfaat kesejahteraan yang luas dan dapat diandalkan, angka korupsi rendah, dan demokrasi yang berfungsi baik.

Selain itu, warga negara Nordik mengaku memiliki rasa otonomi, dan kebebasan yang tinggi.

Para peneliti mengatakan tidak ada satu faktor tunggal untuk menjelaskan kebahagiaan di wilayah ini.

"Banyak faktor yang berpengaruh, menghasilkan tingkat kepercayaan yang tinggi, dan model negara serta masyarakat yang berfungsi tinggi."

"Negara-negara Nordik, bisa dikatakan berada dalam siklus yang baik, di mana lembaga yang berfungsi baik dan demokratis mampu memberikan manfaat dan keamanan luas bagi warga negara."

Peneliti menyebut, karakteristik serupa ditemukan di Swiss, Belanda, Selandia Baru, Kanada dan Australia, yang juga menempati peringkat tinggi.




Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X