Kompas.com - 25/03/2020, 08:55 WIB
. iStockphoto.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Orang-orang dengan asma terbiasa mengalami pilek musiman dan flu, membuat kondisi mereka semakin buruk dan pada akhirnya menyebabkan mengi dan batuk.

Virus corona yang saat ini sedang mewabah juga diketahui menyerang sistem pernapasan. Ini membuat para penderita asma bertanya-tanya, apakah dirinya lebih rentan terhadap covid-19?

Asma adalah masalah pernafasan yang disebabkan oleh radang saluran pernapasan yang membawa udara ke dan dari paru-paru.

Penderita asma tidak lebih mungkin terkena coronavirus daripada orang lain. Tetapi Covid-19, seperti virus pernapasan lainnya, dapat membuat gejala asma yang mereka alami bertambah buruk dan bahkan berpotensi mengalami serangan asma yang mengancam nyawa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencantumkan asma, bersama dengan diabetes dan penyakit jantung, sebagai kondisi yang membuat seseorang "lebih rentan menjadi sakit parah akibat virus corona."

Kepala Saran Kesehatan di Asthma UK, Jessica Kirby mengatakan asma tidak membuat seseorang lebih rentan terinfeksi virus corona, tetapi sayangnya jika orang dengan kondisi paru-paru seperti asma terkena virus corona, kondisi mereka bisa lebih parah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, orang-orang dengan masalah paru-paru lebih mungkin mengalami komplikasi dan membutuhkan perawatan di rumah sakit ketika terkena virus corona.

"Setiap infeksi pernapasan dapat menyebabkan masalah bagi penderita asma dan sejauh ini, bukti menunjukkan bahwa virus corona tidak berbeda," katanya.

Apakah asma dianggap sebagai penyakit penyerta? Kebanyakan orang yang terkena virus corona hanya menderita efek ringan dan cenderung baik-baik saja di masa depan.

Tetapi bagi sebagian kecil masyarakat, penyakit ini bisa mematikan, termasuk bagi mereka yang sudah memiliki masalah kesehatan mendasar.

Pose ancaman terbesar virus corona adalah mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dan penyakit kronis jangka panjang.

Meskipun asma tidak dianggap sebagai penyakit penyerta, tetapi penyakit ini masih merupakan kondisi yang harus diwaspadai selama wabah corona karena penderita asma sudah memiliki masalah pernapasan. Ini dapat memicu virus corona menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.

Bahkan jika penderita asma tidak tertular virus korona, virus pernapasan seperti ini dapat memicu gejala yang dapat menyebabkan serangan asma.

Salah satu dokter top Inggris telah mendesak penderita asma untuk tinggal di rumah saja jika memungkinkan untuk melindungi diri mereka dari tertular Covid-19.

Wakil Kepala Pejabat Medis untuk Inggris, Jonathan Van-Tam mengatakan, orang dengan asma harus menghindari interaksi yang tidak perlu untuk mengurangi penyebaran virus yakni dengan menerapkan pembatasan sosial.

Asma UK menyarankan mereka yang memiliki penyakit penyerta untuk melakukan langkah-langkah berikut di tengah pandemi corona:

  • Hindari interaksi yang tidak perlu dengan orang lain termasuk pertemuan besar, berjabat tangan dengan orang atau memeluk orang lain, serta menghindari perjalanan yang tidak perlu, terutama menggunakan transportasi umum.
  • Hindari pergi ke tempat-tempat umum seperti bar, restoran, dan bioskop.
  • Jika memungkinkan, bekerja dari rumah.
  • Tidak perlu mengisolasi diri sendiri, tetapi jaga kontak dengan orang lain seminimal mungkin.

National Health Service mengatakan, Anda perlu mengisolasi diri jika memiliki gejala virus corona atau hidup dengan seseorang yang memiliki atau berada dalam kategori "risiko tinggi" terhadap virus corona.

"Hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko serangan asma yang dipicu oleh virus adalah memastikan asma terkelola sebaik mungkin, yang berarti menggunakan inhaler setiap hari seperti yang diresepkan, dan jaga inhaler Anda dalam jangkauan sehingga dapat menggunakannya jika gejala asma memburuk," kata Jessica Kirby.

Jika gejala asma memburuk tetapi Anda tidak melakukan perjalanan ke daerah berisiko dalam waktu dekat atau melakukan kontak dengan seseorang yang positif terinfeksi virus corona, cobalah membuat janji dengan dokter sesegera mungkin.

Jessica juga mengatakan siapa pun yang mengalami serangan asma harus mengikuti langkah-langkah penanganan asma dan siaga menelepon rumah sakit atau ambulan jika diperlukan.

"Hal terbaik yang bisa dilakukan penderita asma adalah mengurangi risiko terkena virus corona dan mengikuti aturan yang berlaku," katanya.

Baca juga: 6 Bahan Makanan yang Bisa Bantu Atasi Asma


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.