Kompas.com - 25/03/2020, 17:00 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APetugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.

- Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut, suatu penyakit yang terjadi ketika cairan menumpuk di paru-paru. Gangguan bernapasan akut seringkali berakibat fatal.

- Hari 10: Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, ini adalah waktu dalam perkembangan penyakit ketika kemungkinan besar dirawat di ICU. Pasien-pasien ini mungkin memiliki lebih banyak rasa sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan.

- Hari 17: Rata-rata, orang yang sembuh dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah 2,5 minggu dirawat.

Baca juga: Hingga Rabu Siang, 144 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Gejala-gejala awal mungkin tidak langsung muncul setelah seseorang terinfeksi. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa rata-rata masa inkubasi virus adalah sekitar lima hari.

Gejala yang muncul bisa mirip dengan pneumonia (radang paru). Namun, seorang ahli radiologi di Universitas Thomas Jefferson, Paras Lakhani, kepada Business Insider bahwa Covid-19 bisa dibedakan dengan pneumonia karena penyakit itu semakin buruk seiring waktu.

Sementara pneumonia, kata Lakhani, biasanya tidak berkembang dengan cepat.

"Biasanya, sebagian besar rumah sakit akan mengobati (pneumonia) dengan antibiotik dan pasien akan stabil dan kemudian mulai membaik," ungkapnya.

Namun, pasien dengan Covid-19 sebaliknya. Bahkan mereka bisa menjadi lebih buruk setelah menerima perawatan, seperti cairan atau steroid.

Sebuah studi kasus menemukan, keadaan seorang wanita berusia 33 tahun memburuk tiga hari setelah menerima perawatan di sebuah rumah sakit di Lanzhou, China. Penyakitnya menjadi lebih parah daripada ketika dia tiba.

Baca juga: Seorang Ibu Berbagi Pengalamannya soal Gejala Virus Corona pada Anak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.