Kenali Gejala Virus Corona dari Hari ke Hari

Kompas.com - 25/03/2020, 17:00 WIB
Petugas kesehatan mempersiapkan tempat tidur pasien ketika simulasi kesiapsiagaan di ruang isolasi di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). Simulasi tersebut untuk memastikan kesiapan sarana ruang isolasi dan peralatan medis dalam penanganan pasien Covid-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd. ANTARA FOTO/Zabur KaruruPetugas kesehatan mempersiapkan tempat tidur pasien ketika simulasi kesiapsiagaan di ruang isolasi di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). Simulasi tersebut untuk memastikan kesiapan sarana ruang isolasi dan peralatan medis dalam penanganan pasien Covid-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd.

KOMPAS.com - Jumlah kasus Covid-19 terus nertambah dari hari ke hari. Hingga Selasa (24/3/2020) sore, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 686 kasus dengan 55 pasien meninggal.

Secara umum, gejala yang paling sering muncul pada penderita corona di seluruh dunia adalah demam.

Sebuah penelitian terhadap hampir 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan di China pada Februari lalu mengidentifikasi pola khas gejala yang terkait dengan Covid-19.

Sekitar 99 persen pasien mengalami suhu tinggi, sementara lebih dari setengahnya mengalami kelelahan dan batuk kering.  Sepertiga pasien juga mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, sebanyak 80 persen pasien yang terinfeksi virus corona mengalami gejala ringan. Bahkan, ada sejumlah pasien yang tidak merasakan gejala sama sekali.

Sebelum pergi ke fasilitas kesehatan terdekat dan menyampaikan keluhan kesehatanmu, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu gejala umum yang biasa dialami pasien virus corona dari hari ke hari.

Baca juga: Mengapa Angka Kematian di Italia akibat Corona Tertinggi di Dunia?

Berikut perjalanan penyakit dan gejala yang akan dirasakan, seperti dilansir dari laman Business Insider:

- Hari 1: Pasien demam dan mungkin mengalami kelelahan, nyeri otot dan batuk kering. Sebagian kecil pasien mungkin juga mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.

- Hari 5: Pasien mungkin mengalami kesulitan bernafas, terutama jika mereka berasal dari kelompok lanjut usia atau sudah mengidap suatu penyakit .

- Hari 7: Studi yang dilakukan Universitas Wuhan menemukan, tujuh hari adalah rata-rata waktu yang diperlukan pasien sebelum dirawat di rumah sakit.

- Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut, suatu penyakit yang terjadi ketika cairan menumpuk di paru-paru. Gangguan bernapasan akut seringkali berakibat fatal.

Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.

- Hari 10: Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, ini adalah waktu dalam perkembangan penyakit ketika kemungkinan besar dirawat di ICU. Pasien-pasien ini mungkin memiliki lebih banyak rasa sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan.

- Hari 17: Rata-rata, orang yang sembuh dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah 2,5 minggu dirawat.

Baca juga: Hingga Rabu Siang, 144 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Gejala-gejala awal mungkin tidak langsung muncul setelah seseorang terinfeksi. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa rata-rata masa inkubasi virus adalah sekitar lima hari.

Gejala yang muncul bisa mirip dengan pneumonia (radang paru). Namun, seorang ahli radiologi di Universitas Thomas Jefferson, Paras Lakhani, kepada Business Insider bahwa Covid-19 bisa dibedakan dengan pneumonia karena penyakit itu semakin buruk seiring waktu.

Sementara pneumonia, kata Lakhani, biasanya tidak berkembang dengan cepat.

"Biasanya, sebagian besar rumah sakit akan mengobati (pneumonia) dengan antibiotik dan pasien akan stabil dan kemudian mulai membaik," ungkapnya.

Namun, pasien dengan Covid-19 sebaliknya. Bahkan mereka bisa menjadi lebih buruk setelah menerima perawatan, seperti cairan atau steroid.

Sebuah studi kasus menemukan, keadaan seorang wanita berusia 33 tahun memburuk tiga hari setelah menerima perawatan di sebuah rumah sakit di Lanzhou, China. Penyakitnya menjadi lebih parah daripada ketika dia tiba.

Baca juga: Seorang Ibu Berbagi Pengalamannya soal Gejala Virus Corona pada Anak

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X