Kompas.com - 25/03/2020, 21:50 WIB
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. AFP/STR/CHINA OUTPasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.
|
Editor Wisnubrata

Ia kembali ke kota itu pada 10 Maret, kurang dari seminggu sebelum pemerintah setempat memberlakukan perintah karantina 14 hari wajib untuk semua pendatang.

Pria berusia 48 tahun yang memiliki perusahaan konsultan manajemen itu membawa putrinya untuk tinggal bersama keluarga di Savannah, Georgia, AS, pada awal Februari.

Keputusan itu, katanya, bukan karena takut terjangkit penyakit, tetapi keinginannya untuk memperoleh rasa normal bagi mereka berdua.

"Saya dan istri saya sama-sama mencari berita dan kami menyadari akan ada banyak kepanikan," kata Elfassy.

"Kami mengantisipasi orang-orang harus lebih banyak tinggal di dalam rumah, jadi kami pikir akan lebih baik pergi ke tempat di mana ada urgensi yang lebih rendah, gerakannya tidak terlalu terbatas."

Elfassy dapat bekerja dari jarak jauh, dan putrinya tidak kesulitan menyelesaikan tugas belajar online dari AS. Sedangkan istrinya tetap tinggal di Hong Kong.

Selama beberapa minggu pertama di Savannah, virus corona belum muncul di berita lokal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu sebabnya kami pergi," katanya.

Sekitar satu setengah bulan mereka menetap di Savannah sebelum kasus pertama dikonfirmasi di Atlanta.

"Saya mendengar orang-orang mulai membeli makanan dan tisu toilet, dan kemudian ayah saya memberi tahu saya dia pergi ke Walmart, semua roti dan susu hilang," katanya.

Halaman:
Baca tentang


Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.