Kompas.com - 26/03/2020, 15:54 WIB
Ilustrasi logo Nike. nltimes.nlIlustrasi logo Nike.

KOMPAS.com - Perusahaan pakaian olah raga asal Amerika Serikat, Nike mengalami peningkatan angka penjualan online sebanyak lebih dari 30 persen di China.

Hal itu terjadi disaat Nike menutup toko-toko mereka di China, seiring dengan merebaknya wabah corona

Selain di China, perusahaan yang berpusat di Oregon ini pun telah menutup sebagian besar gerai di dunia.

Meski demikian, sebanyak 80 persen toko di China telah kembali dibuka seiring dengan membaiknya situasi di sana. 

Baca juga: Pesan Inspiratif Nike Sikapi Wabah Covid-19

"Kami memperkirakan beberapa minggu ke depan akan menjadi masa yang penuh tantangan," kata CEO Nike John Donahoe, saat berbicara mengenai peluang pasar di AS dan Eropa.

Donahoe lantas berharap Nike dapat menggunakan pelajaran yang dipetik di China untuk menavigasi penutupan pasar di Eropa dan AS tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di China, konsumen sudah mulai kembali ke toko-toko," kata Donahoe.

"Memang mereka masih kerap terlihat mengenakan masker di muka, tetapi mereka sudah kembali di toko," sebut dia.

Baca juga: Sneaker Nike Zoom X Vista Grind dengan Midsole Gemuk Daur Ulang

Nike melaporkan penurunan angka penjualan di China hingga sebanyak lima persen, atau setara dengan 1,5 miliar dollar AS pada kuartal keuangan terakhirnya -yang berlangsung hingga akhir Februari.

Catatan itu adalah penurunan pertama di China dalam periode hampir enam tahun terakhir.

Kendati demikian, di sisi lain terlihat meningkatnya angka penjualan online sebanyak 36 persen selama kuartal tersebut.

Lebih jauh, Donahoe berharap tren ini akan membantu meredam penurunan angka penjualan Nike akibat penutupan sebagian besar toko mereka.

Baca juga: Nike Tutup Seluruh Tokonya di AS karena Virus Corona

Selain itu, di China Nike juga mengalami peningkatan luar biasa dalam aplikasi pelatihan pribadi, yang dirancang untuk latihan di rumah.

Aktivitas pengguna aplikasi tersebut melonjak hingga 80 persen di saat China menjalankan kebijakan lockdown nasional di mana penduduknya tinggal di rumah.

Sebelum ini, Nike sebenarnya sudah menyiapkan beberapa produk baru yang semula dimaksudkan untuk menyambut Olimpiade Tokyo.

Salah satunya, Nike mempromosikan alas kaki yang berkelanjutan, terbuat dari bahan yang dapat didaur ulang.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Tak Hanya Nike, Adidas Pun Tutup Toko di China

Namun, pada hari Selasa lalu, IOC mengumumkan akan menunda Olimpiade 2020 dan Olimpiade Paralimpiade hingga tahun depan, karena pandemi virus corona di seluruh dunia.

Baca tentang


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.