Kompas.com - 26/03/2020, 21:36 WIB

 

2. Buat janji temu virtual dengan bidan atau dokter kandungan

Jika kita mempertimbangkan untuk hamil, kita harus membuat janji temu virtual dengan dokter kandungan atau bidan, kata Minkin, bahkan jika kita tidak yakin dengan siapa kita ingin melahirkan.

Dokter kandungan atau bidan dapat memandu kita melalui apa yang dikatakan penelitian tentang kehamilan dan Covid-19, karena hal itu berubah setiap saat.

Sedangkan perawat dapat melihat riwayat kesehatan kita, dan mempertimbangkan apakah kita memiliki masalah kesehatan mendasar yang mungkin terkait.

Mereka juga dapat memandu kita melalui beberapa dasar prakonsepsi yang sangat penting.

Seperti mengambil setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap hari selama sebulan atau lebih sebelum kita merencanakan kehamilan untuk melindungi dari kerusakan tabung saraf.

Mereka juga akan memandu kita melalui beberapa praktik terbaik, agar tetap sehat jika kita memutuskan untuk hamil, seperti mencuci tangan dan menjaga jarak sosial.

"Saya mendengar dari pasien sepanjang waktu, dan apa yang saya katakan kepada mereka adalah jangan panik," kata Roshan.

"Banyak orang akan mendapatkan virus, dan kebanyakan dari mereka akan pulih."

Baca juga: Cegah Virus Corona, Apa yang Harus Dilakukan Ibu Hamil?

3. Beberapa kelompok orang disarankan tidak hamil

American Society for Reproductive Medicine telah menyerukan penangguhan sebagian besar perawatan, termasuk meminta dokter mempertimbangkan untuk membatalkan semua transfer embrio.

Menurut Minkin, wanita yang memiliki riwayat masalah jantung dan paru-paru tidak disarankan untuk hamil saat ini, meskipun dia menekankan ini adalah percakapan antara satu individu dengan penyedia kesehatan mereka.

"Jika kita memang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya, kita sebaiknya memikirkan kembali niat untuk hamil," katanya.

4. Pertimbangkan kesehatan mental kita

Sejumlah rumah sakit di New York, AS, pusat pandemi Covid-19, memberi tahu wanita hamil bahwa mereka tidak dapat bersama pasangannya selama persalinan.

Tidak jelas apakah praktik itu akan diluncurkan ke lebih banyak rumah sakit.

Bahkan ahli epidemiologi terbaik, spesialis penyakit menular dan pakar lainnya tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi di dunia terkait Covid-19 dalam waktu sembilan bulan.

Kehamilan, persalinan, dan periode postpartum semuanya bisa menjadi pengalaman luar biasa, tetapi mereka juga dapat membebani fisik dan emosional.

"Kita semua berharap vaksin akan tersedia," kata Minkin.

"Tapi itu mungkin tidak dalam sembilan bulan. Semoga kita memiliknya dalam jangka waktu satu hingga dua tahun."

Baca juga: Virus Corona pada Wanita Hamil Tak Terbukti Bisa Menular ke Bayinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.