Kompas.com - 27/03/2020, 19:28 WIB

"Masih dengan pendapatan seperti itu, dia masih tertipu pesanan minuman dengan nominal pemesanan Rp 110.000," lanjut dia.

Dari sini, ia memahami bahwa ada mereka yang memang mau tidak mau harus keluar rumah untuk bekerja, karena jika berdiam diri di rumah, mereka tidak bisa menghidupi keluarganya.

Awalnya, ia ingin membagikan masker dan hand sanitizer kepada para pekerja tersebut.

Namun, hal itu tak terlaksana lantaran harga hand sanitizer dan masker melambung tinggi.

"Satu boks masker harganya mahal, bisa setara dengan satu karung beras lebih. Jadi saya membagikan sembako yang sekiranya bermanfaat bagi keluarga si Bapak yang bekerja," ujar perempuan berdarah Bali-Jogja ini.

Dapat bantuan masker

Namun, ia tak putus asa. Dyah menghubungi para penjual masker dan hand sanitizer, berharap dapat membelinya dengan harga terjangkau.

Kemudian, ia dihubungi oleh komunitas kain perca yang menawarkan kerja sama dengan Inem Jogja untuk membantu para pekerja tersebut.

"Mereka menghubungi saya, dan mereka ingin ikut berbagi untuk donasi masker sebanyak 120-an masker," ujar Inem.

Akhirnya, Inem bisa membagikan sembako dan masker kepada driver ojek online, tukang parkir, pedagang kaki lima, dan lainnya pada Kamis (26/3/2020).

Ia pun mengunggah aksinya itu melalui akun Instagram Inem Jogja, @inemjogja pada Jumat (27/3/2020).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.