Dibuat, Pakaian Pelindung Diri yang Gaya dan Aman dari Virus Corona

Kompas.com - 27/03/2020, 21:47 WIB
Perancang busana yang berkedudukan di Beiijng, China, Liu Wei sedang bekerja membuat pakaian pelindung diri bergaya windbreaker untuk melindungi diri dari pandemi corona.  VIA scmp.comPerancang busana yang berkedudukan di Beiijng, China, Liu Wei sedang bekerja membuat pakaian pelindung diri bergaya windbreaker untuk melindungi diri dari pandemi corona.

KOMPAS.com —Bencana kemanusiaan dengan terjadinya pandemi global virus corona memang menghantam semua lini kehidupan manusia.

Di sisi lain, rasa kemanusiaan antar individu pun kian terketuk, dan menjadi semakin kuat di tengah seruan untuk saling menjaga jarak.

Aksi-aksi kemanusian muncul demi melawan menyebarnya cirus corona dalam kehidupan.

Hal itu pula yang dilakukan oleh perancang busana asal Beijing, Liu Wei yang selama pandemi corona mendikasikan keahliannya untuk merancang pakaian pelindung khusus untuk pekerja kemanusiaan.

Baca juga: Free Pair for Healthcare Aksi Kemanusiaan Crocs Lawan Virus Corona

Mereka tak hanya pekerja medis tapi juga petugas pemadam kebakaran, tim pencegahan penyakit, hingga tentara.

“Pada awal wabah di China, saya melihat berbagai macam pakaian sementara yang digunakan orang untuk melindungi diri,” kata Liu Wei.

Selanjutnya, pemilik butik di Distrik Seni 798 yang juga adalah Direktur Desain di Kefang Professional Wear Research Institute ini merancang desan pakaian khusus.

Liu Wei memperlihatkan salah satu kreasi pakaian bergaya windbreaker.VIA scmp.com/Elaine Yau Liu Wei memperlihatkan salah satu kreasi pakaian bergaya windbreaker.

Pakaian itu tahan akan angin, namun tetap berpori sehingga pemakainya tak kepanasan.

“Saya melihat tenaga medis di Wuhan mengenakan pakaian kain bukan tenunan yang sangat tipis, itu bukan pakaian untuk perlindungan."

"Mereka juga basah kuyup setelah 'keluar' dari pakaian yang tidak bisa membuat kulit bernapas, dan itu juga berbahaya,” ujar dia.

Berangkat dari permasalah itulah, Liu Wei merancang pakaian tersebut.

Bahkan kini Liu telah bekerjasama dengan distributor Poly Group yang merupakan perusahaan milik negara.

Dengan kerjasama itu pakaian rancangan Liu kemudian didistribusikan untuk para petugas kesehatan yang sedang berjuang menyembuhkan para pasien terinfeksi corona.

Baca juga: Wabah Corona, Nike Bikin Masker Pelindung untuk Pekerja Medis

Pakaian pelindung rancangannya ini juga dibuat untuk mereka yang bertugas di sarana transportasi umum, termasuk untuk masyarakat yang harus bekerja di tengah keramaian.

Tak monoton, pakaian pelindung diri itu bahkan hadir dalam warna merah, putih dan biru.

Sementara untuk model, baru hadir dalam dari tiga jenis, yakni, jaket, pakaian tanpa lengan yang hanya menutupi kepala dan bahu (mirip hijab), serta sepotong lain untuk tubuh bagian atas dengan lengan.

“Kreasi ini memadukan mode dan fungsi, dibuat dengan kain tahan air, anti-statis, dan tahan debu."

"Dilengkapi dengan lapisan tahan kuman di bawahnya, yang memenuhi standar yang diperlukan untuk pakaian pelindung tenaga medis."

"Lalu dengan ventilasi yang baik, mereka tetap bisa mengeluarkan keringat,” kata Liu.

Dia menyebutkan, ada tali yang dapat disesuaikan di belakang leher dan di bagian depan jaket, sehingga seluruh kepala dan mulut dapat dibungkus rapat di dalam pakaian.

"Setelah mengenakan itu dan sepasang kacamata dan masker, tidak ada kulit telanjang di bagian wajah yang akan terlihat," kata Liu.

Selain itu, untuk dua versi non-windbreaker, orang dapat mengenakan atasan seperti biasa. Pakaian pun bisa dicuci dengan mudah untuk penggunaan berulang.

Baca juga: Tak Bisa Work From Home, Ini 7 Tips Jaga Diri di Tengah Wabah Corona

Set ini juga dilengkapi dengan sepasang sarung tangan. Harganya 200 yuan atau setara dengan Rp 220 ribu untuk jaket.

Sementara, dua versi lain, harganya kurang dari 100 yuan. Ringan dan bisa digulung saat tidak digunakan, sehingga mudah dibawa.

Lembaga Penelitian Pakaian Profesional Kefang adalah pembuat pakaian pelindung terkemuka untuk tim pemadam kebakaran, militer, dan tim pencegahan penyakit di China.

Pada tahun 2016, institut tersebut mempresentasikan desain pakaian pelindung, bekerja sama dengan merek pakaian pelindung dari China, Swoto.

Liu mengatakan produk Swoto sampai saat ini menargetkan profesional seperti itu, tetapi wabah virus corona telah membuatnya populer di kalangan orang biasa.

Sebelum ini, dia mengaku telah merancang 150 set pakaian yang mencakup delapan profesi untuk presentasi 2016, yang ditampilkan selama China Fashion Week di Beijing.

Lembaga ini juga melakukan proyek penelitian dan pengembangan tingkat nasional, termasuk untuk Tentara Pembebasan Rakyat dan Olimpiade.

“Jajaran koleksi baru windbreaker yang diilhami penyebaran virus corona tak akan berhenti sampai di situ."

"Kami akan menciptakan lebih banyak desain seperti ketika wabah virus global mengubah kebutuhan pakaian orang,” ujar Liu.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X