Kompas.com - 30/03/2020, 17:22 WIB
Ilustrasi pencegahan dan penularan virus corona, pasie virus corona ShutterstockIlustrasi pencegahan dan penularan virus corona, pasie virus corona

Beberapa hari kemudian ia kembali dilarikan ke IGD karena serangan sesak napas lagi. Sesampainya di rumah sakit, napasnya mulai membaik dan ia diminta pulang.

Dua minggu kemudian ia merasa lebih baikan. Sesak napasnya berangsung hilang dan tubuhnya mulai kuat.

“Sebagai tenaga medis, Aku merasa ada kegagalan moral karena ikut terinfeksi”

Laura (26) adalah perawat di sebuah rumah sakit di Philadelphia. Ia pertama kali merasakan gejala sakit kepala, batuk kering, dan sulit bernapas.

“Gejala itu terutama terasa di pagi hari dan pada siang serta sore sudah membaik. Ketika sampai esoknya gejala itu tetap ada, aku langsung memutuskan untuk dites,” katanya.

Sebagai perawat, saat itu ia merasa gagal dan mencari-cari di mana kesalahannya sampai ia bisa tertular. Koleganya di rumah sakit kemudian meyakinkan Laura bahwa itu bukan kesalahannya.

Ia lalu mendaftar untuk itu tes Covid, tapi karena panjangnya antrean ia pun harus menunggu tiga hari. Selama itu, gejalanya memburuk. Laura mulai kehilangan kemampuan merasa dan mencium walau hidungnya tidak tersumbat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cermati, Lenyapnya Indera Penciuman, Salah Satu Gejala Infeksi Corona

“Gejalanya datang seperti ombak,ada satu saat aku merasa baik-baik saja, tapi di lain waktu aku merasa sangat lelah dan tidak berdaya. Di hari kelima, aku ditelepon dan disebut positif Covid-19,” katanya.

Laura tetap dirawat di rumah dan dokter memantau kondisinya secara online.

“Aku merasa tidak enak karena tidak bisa bekerja dan membantu teman-teman perawat lain di garis depan. Tapi, aku bersyukur karena dites awal sehingga bisa mencegah penularan,” katanya.

Seorang pasien yang terinfeksi virus corona dibawa dengan brankar oleh petugas medis Perancis sebelum diterbangkan menggunakan helikopter dari rumah sakit Strasbourg ke Pforzheim, Jerman, pada 24 Maret 2020.REUTERS/CHRISTIAN HARTMANN Seorang pasien yang terinfeksi virus corona dibawa dengan brankar oleh petugas medis Perancis sebelum diterbangkan menggunakan helikopter dari rumah sakit Strasbourg ke Pforzheim, Jerman, pada 24 Maret 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Vox
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.