Kompas.com - 31/03/2020, 10:46 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com – Anak yang selama ini sudah dapat mandiri, namun belakangan bertingkah lebih rewel dan manja, serta suka memerintah. Bagaimana menghadapinya?

Sikap anak yang jadi lebih manja sering ditemui terutama pada anak yang lebih sensitif dan reaktif.

Mereka cenderung sulit mengontrol keinginan dari dalam dirinya sehingga juga ingin mengendalikan apa yang di luar dirinya.

Tak semua orangtua bisa merespon kerewelan anak dengan sikap sabar. Apalagi, saat orangtua harus mengerjakan banyak tugas dari kantor selama bekerja di rumah.

Sayangnya, sikap balik marah-marah kepada anak sering kali berdampak negatif karena anak makin melawan dan stresnya meningkat.

Walau seolah berlawanan, tetapi menggunakan pendekatan positif pada anak yang manja dan rewel ternyata dianggap sebagai strategi yang efektif.

Baca juga: Belajar di Rumah Diperpanjang, Kemendikbud: Berikan Materi Life Skill dan Karakter

Mulailah dengan mengenali apa kebutuhan anak sebelum membuat batasan. Cara ini bisa mengubah sikap menantang anak dan mengurangi perlawanan.

“Ibu tahu kamu ingin minum jus jeruk dan minta diambilkan,” bisa diucapkan ketika anak berteriak minta diambilkan jus dari kulkas sementara Anda sedang sibuk di depan laptop.

Hal itu akan membuat anak lebih tenang karena perasaannya dikenali dan membantunya mengubah perilakunya.

Lanjutkan dengan, “Tapi, ibu bisa langsung memenuhinya kalau kamu menyampaikannya dengan tidak merengek dan berteriak seperti itu.”

Baca juga: Kenali 4 Jenis Pola Asuh dan Efeknya pada Anak

Taktik lainnya adalah meminta anak mengulangi permintaannya lebih sopan ketika ia mengucapkannya dengan nada memerintah.

Menurut pakar parenting dan perkembangan Claire Lerner, ada beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua saat menghadapi sikap manja anak:

- Biarkan anak mengetahui bahwa orangtuanya memahami bahwa perasaannya sangat besar dan ketika ia ingin sesuatu ia mau terjadi sekarang juga. Tapi, walau Anda sangat menyayanginya, sikap tegas juga diperlukan. Terkadang hal itu berarti ia tidak mendapatkan keinginannya jika meminta dengan cara yang tidak sopan.

- Jelaskan bahwa Anda ingin membantunya dan ini caranya: karena si kecil sudah tahu cara meminta dengan sopan (sudah sering diajarkan), Anda memberi kesempatan untuk mengoreksi cara meminta jika ia berulah dan bersikap bossy.

- Di kemudian hari, ketika ia kembali berteriak-teriak dan memerintah, Anda tinggal mengatakan, “coba ulangi” dan tinggalkan ruangan selama satu menit dan kembali lagi. Ia akan paham bahwa itu merupakan permintaan agar ia mengulanginya dengan sopan. Jika ia sudah bisa meminta dengan manis, maka segeralah membantunya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X