WHO Tegaskan Lagi Masker Hanya untuk yang Sakit

Kompas.com - 31/03/2020, 13:57 WIB
Seorang pengunjung terlihat memakai masker ketika melintas di depan air terjun Rain Vortex di Jewel yang berlokasikan di Bandara Internasional Changi AFP/GETTY IMAGES/ROSLAN RAHMANSeorang pengunjung terlihat memakai masker ketika melintas di depan air terjun Rain Vortex di Jewel yang berlokasikan di Bandara Internasional Changi

KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19, penggunaan masker masih menjadi perdebatan. Orang yang sakit atau terpapar virus corona dianjurkan untuk memakai masker.

Lalu bagaimana dengan mereka yang berada dalam kondisi sehat? Perlukah mereka mengenakan masker sebagai langkah pencegahan?

Pejabat WHO menyebut, mereka tetap merekomendasikan orang untuk tidak menggunakan masker kecuali dalam kondisi sakit karena Covid-19 atau merawat pasien.

"Tidak ada bukti khusus yang menunjukkan pemakaian masker oleh populasi massal memiliki potensi manfaat," kata Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Senin.

"Bahkan, ada beberapa bukti yang menunjukkan sebaliknya dalam penyalahgunaan memakai masker dengan benar."

"Masalah lainnya, kita memiliki kekurangan global yang sangat besar," kata Ryan tentang masker dan persediaan medis lainnya.

Baca juga: WHO: Kekurangan APD Kronis dan Global, Solusinya Kerja Sama dan Solidaritas

"Saat ini orang-orang paling berisiko dari virus ini adalah petugas kesehatan garis depan yang terpapar virus setiap saat. Memikirkan mereka yang tidak memiliki masker itu mengerikan."

Dr. Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi penyakit menular kepada WHO, juga menyebut pentingnya memprioritaskan penggunaan masker bagi mereka yang paling membutuhkan, dalam hal ini tenaga medis di garis depan.

"Di masyarakat, kami tidak merekomendasikan penggunaan masker kecuali kita sakit dan sebagai upaya mencegah penyebaran jika kita sakit," kata Van Kerkhove.

"Masker kami rekomendasikan untuk orang di rumah dan sakit serta mereka yang merawat orang sakit di rumah," katanya.

Pejabat WHO pada media briefing pekan lalu mengingatkan, secara global ada "kekurangan" pasokan medis, termasuk alat pelindung diri atau APD, untuk dokter.

"Dunia menghadapi kekurangan signifikan dari APD untuk pekerja garis depan kita, termasuk masker dan sarung tangan serta pakaian dan pelindung wajah, dan melindungi pekerja perawatan kesehatan harus jadi prioritas utama."

Baca juga: Warga Diimbau Pakai Masker Saat di Kerumunan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X