Kompas.com - 01/04/2020, 12:52 WIB
Label Cotton Ink turut memproduksi masker kain untuk membamtu mencegah penularan virus corona. Masker tersedia dalam dua jenis, yaitu ear loop dan head loop (bisa untuk pengguna hijab dan dilingkarkan mengelilingi kepala). cottonink.co.idLabel Cotton Ink turut memproduksi masker kain untuk membamtu mencegah penularan virus corona. Masker tersedia dalam dua jenis, yaitu ear loop dan head loop (bisa untuk pengguna hijab dan dilingkarkan mengelilingi kepala).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah label dan desainer lokal ikut berkontribusi membuat alat pelindung diri (APD) untuk membantu tenaga medis yang kekurangan, hingga membantu membuat masker dari kain-kain sisa produksi.

Masker kain memang tidak seefektif masker N95 atau masker bedah, namun di tengah kelangkaan masker di pasaran masker kain bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melindungi diri dari penularan virus.

Salah satu label lokal yang ikut membuat masker adalah Cotton Ink. Label yang didirikan oleh Carline Darjanto dan Ria Sarwono itu membuat masker berbahan katun yang dibuat berlapis, sehingga bisa diisi dengan masker bedah atau tisu untuk perlindungan ekstra.

Baca juga: Pakai Masker Kain Bisa Bantu Cegah Virus Corona

"Masker kain menjadi alternatif yang baik untuk digunakan saat ini, karena selain dapat melindungi dari polusi dan bakteri, kita juga melindungi bumi dari sampah," kata Ria Sarwono ketika dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (1/4/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disarankan untuk mencuci masker dengan air panas dan deterjen setiap setelah dan sebelum pemakaian.

Karena menggunakan sisa kain produksi, masker buatan Cotton Ink memiliki berbagai motif yang cantik dan menarik. Satu paket atau empat lembar masker kain Cotton Ink dibanderol dengan harga Rp 50 ribu.

Penggunaan masker kain sebagai alternatif juga pernah disampaikan oleh Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto. Bagi orang sehat, masker kain bisa menjadi pilihan daripada tidak menggunakan masker sama sekali.

Baca juga: Cerita Inem, Berbagi Masker dan Sembako untuk Pekerja Jalanan Jogja

Masker kain dapat berfungsi sebagai penahan droplet yang menjadi sumber penularan virus dari orang sakit ke orang sehat.

"(Penggunaan masker berbahan dasar kain) ini lebih baik dibanding tanpa pakai masker," kata Yuri kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Adapun selain membuat masker kain, Cotton Ink juga berencana membuat 10.000 APD untuk disalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Masyarakat bisa ikut membantu dengan memberikan donasi melakui laman kitabisa.com pada tautan berikut (https://kitabisa.com/campaign/sepuluhribuapd).

Baca juga: Lawan Virus Corona, Brand Fashion Kini Buat APD



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.