Kompas.com - 02/04/2020, 09:29 WIB
Ilustrasi memakai pelembap shutterstockIlustrasi memakai pelembap

KOMPAS.com - Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus corona.

Namun, terlalu sering mencuci tangan ternyata -pada sebagian orang, juga mengakibatkan kulit kering.

Apalagi, jika digabungkan dengan pemakaian pembersih tangan (hand sanitizer).

Baca juga: Pakai Lotion Usai Mandi Tak Selalu Efektif Jaga Kelembaban Kulit

Jangan biarkan kulit kering dan pecah-pecah. Sebab, menjaga kulit tangan tetap lembap ternyata juga penting untuk mencegah virus, loh.

Dokter penyakit menular anak di Nemours/Alfred I. duPont Hospital for Children di Amerika Serikat, Craig Shapiro, memberi penjelasan.

Dia mengatakan, kulit yang rusak akan membuat sabun dan produk pembersih dengan alkohol tidak berfungsi dengan baik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ketika kulit pecah-pecah, kita akan merasa tidak nyaman dan akan cenderung lebih sedikit mencuci tangan.

Baca juga: Membedakan Wajah yang Lembap dan Berminyak

 

Kondisi ini akan memengaruhi pencegahan penyebaran kuman dan infeksi.

Tangan yang pecah-pecah dan luka juga lebih rentan terhadap infeksi.

"Dinding penghalang kulit yang rusak memungkinkan kuman dan bakteri masuk dan menyerang daerah kulit."

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X