Kompas.com - 02/04/2020, 09:37 WIB
Pangeran Charles saat mengunjungi Leicester Market di Leicester, Inggris, pada 11 Februari 2020. Rabu (25/3/2020) pria berjuluk Prince of Wales ini dinyatakan positif mengidap virus corona. NEIL HALL/EPA-EFEPangeran Charles saat mengunjungi Leicester Market di Leicester, Inggris, pada 11 Februari 2020. Rabu (25/3/2020) pria berjuluk Prince of Wales ini dinyatakan positif mengidap virus corona.

KOMPAS.com Pangeran Charles pada hari Rabu (1/4/2020) waktu setempat, muncul untuk pertama kalinya sejak ia didiagnosis menderita Covid-19.

Chares berbicara tentang pengalaman aneh dan membuatnya frustrasi ini, yang sering kali menyusahkan dirinya.

"Baru-baru ini saya tertular virus corona - untungnya dengan gejala yang relatif ringan - saya sekarang sudah berangsur sembuh, tetapi masih harus menjaga jarak sosial dan melakukan isolasi," kata rince of Wales dalam sebuah video di saluran media sosial Clarence House resminya.

“Seperti yang kita tahu, ini adalah pengalaman yang aneh, membuat frustrasi, dan sering kali menyusahkan. Terutama ketika kehadiran keluarga dan teman-teman tidak lagi memungkinkan dan struktur kehidupan yang normal tiba-tiba dihilangkan,” katanya.

"Pada saat yang tidak pasti dan menimbulkan kecemasan ini, saya dan istri memikirkan mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam keadaan yang sangat sulit dan tidak normal ini, dan mereka yang masih sakit, berada dalam isolasi, dan kesepian,” lanjutnya.

Charles dinilai telah bisa meninggalkan isolasi pada hari Senin, tujuh hari setelah dikonfirmasi positif untuk penyakit yang berpotensi mematikan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pesan videonya direkam Selasa pagi dengan bantuan staf di Birkhall, rumah Pangeran di Skotlandia, kata The Telegraph.

Baca juga: Terinfeksi Virus Corona, Apa yang Dilakukan Pangeran Charles?

Charles, pewaris tahta kerajaan Inggris berusia 71 tahun itu menggunakan kesempatan tersebut untuk memberi penghargaan bagi para medis, toko-toko yang tetap buka, serta tetangga yang membantu mereka yang membutuhkan.

"Sebagai bangsa, kita dihadapkan pada situasi yang sangat menantang, yang kita terlalu sadari mengancam mata pencaharian, bisnis, dan kesejahteraan jutaan warga negara kita," katanya.

"Tidak ada dari kita yang bisa mengatakan kapan ini akan berakhir, tetapiini pasti akan berakhir. Sampai itu terjadi, mari kita semua hidup dengan harapan dan keyakinan pada diri kita sendiri dan satu sama lain, menantikan masa yang lebih baik di masa depan,” imbuhnya.

Baca juga: Pangeran Charles Positif Corona, Lihat 4 Fakta di Baliknya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber pagesix
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.