Kompas.com - 02/04/2020, 11:40 WIB
Warga menggunakan masker setelah turun dari kereta rel listrik di stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan masker setelah turun dari kereta rel listrik di stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

KOMPAS.com- Penggunaan masker dianggap menjadi salah satu cara melindungi diri dari penularan Covid-19. Namun, tiap negara memiliki kebijakan yang berbeda terkait penggunaan masker.

Jangan coba-coba keluar rumah tanpa masker jika Anda berada di Hong Kong, Seoul atau Tokyo pada hari-hari ini. Di Republik Ceko dan Slovakia, pemakaian masker pun kini menjadi kewajiban.

Sejak merebaknya virus coronavirus, penggunaan masker adalah pemandangan yang biasa di kota-kota tersebut. Bepergian tanpa masker akan dianggap sebagai orang paria dan egois.

Di Hong Kong, beberapa tabloid sampai memuat foto beberapa orang Barat yang tidak memakai masker dan kumpul-kumpul di sebuah kafe. Mereka dikritik tidak peduli dan kurang melindungi diri.

Sebaliknya, di beberapa belahan dunia lain, seperti Inggris, Amerika Serikat, hingga Sidney, masih banyak orang yang berlalu lalang tanpa memakai masker dan dianggap biasa saja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mengatakan pemakaian masker hanya untuk orang sakit atau yang sedang merawat orang sakit.

Baca juga: WHO Tegaskan Lagi Masker Hanya untuk yang Sakit

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebijakan itu berdasarkan pertimbangan terbatasnya stok masker sehingga tenaga medis yang sebenarnya paling membutuhkan justru kekurangan.

Selain itu, masker tak dianggap sebagai perlindungan yang terpercaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa virus corona menyebar melalui droplet dan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi droplet dari orang yang memiliki virus.

Pemakaian masker bisa melindungi kita, tetapi hanya pada situasi ketika kita berada dekat dengan banyak orang yang mungkin terinfeksi corona dan orang tersebut batuk atau bersin. Para ilmuwan tetap merekomendasikan untuk mencuci tangan dengan sabun sebagai cara pencegahan yang paling efektif.

Membuka masker yang sudah dipakai juga butuh cara yang benar untuk menghindari kontaminasi pada tangan. Pemakaian masker sendiri dianggap bisa memberikan sensasi perlindungan yang semu.

Masker Langka, Warga Binaan Lapas Parepare Membuat MaskerKOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDIN Masker Langka, Warga Binaan Lapas Parepare Membuat Masker

Semua pembawa virus

Kebijakan penggunaan masker di negara-negara Asia, seperti China daratan, Hongkong, Jepang, Thailang, dan Taiwan, bertolak dari asumsi bahwa semua orang bisa jadi pembawa (carrier) virus, bahkan orang yang sehat. Jadi, dalam semangat solidaritas, setiap orang diharapkan melindungi orang lain.

Otoritas di negara-negara tersebut meminta semua orang untuk pakai masker, dan di beberapa bagian ada hukuman dendan, bahkan penjara, bagi yang tidak mematuhinya.

Sama dengan di Filipina, kini masyarakat di Indonesia juga sudah mulai memakai masker saat keluar rumah. Di kedua negara ini dianggap ada banyak kasus positif corona yang belum diperiksa dan dilaporkan.

Baca juga: Cara Republik Ceko Kendalikan Virus Corona: Wajib Pakai Masker dan Inisiatif Warga Buat Masker Kain...

Pemakaian masker juga dianggap sebagai “dorongan perilaku” sekaligus pengingat visual yang nyata bahwa ada bahaya virus di sekitar kita.

“Kita tidak bisa bilang bahwa masker tidak efektif, tapi kami menganggap ada dampaknya karena itu adalah perlindungan untuk tenaga medis,” kata ahli epidemiologi dari Universitas Hong Kong, Benjamin Cowling, kepada BBC.

Jika masker dipakai oleh banyak orang di tempat umum, menurut Cowling, tentu akan berdampak pada penularan publik.

“Pada saat ini kami mencari setiap hal kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus,” katanya.

Ilustrasi tenaga medis(KOMPAS.com/WALDA MARISON) Ilustrasi tenaga medis

Kekurangan

Anjuran untuk penggunaan masker itu sebenarnya memiliki efek negatif, seperti yang dikhawatirkan WHO yaitu kelangkaan di pasaran. Sulitnya mendapatkan masker bedah tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga Jepang, Thailand, dan kini Korea Selatan.

Untuk menyiasatinya, masyarakat bisa memakai masker kain sebagai alternatif.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan, di tengah kondisi kelangkaan surgical mask seperti sekarang ini, masker kain dapat menjadi pilihan ketimbang tak menggunakan masker sama sekali.

"(Penggunaan masker berbahan dasar kain) ini lebih baik dibanding tanpa pakai masker," kata Yuri kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2020).

Baca juga: Bulan Ini, Indonesia Masuki Fase Kritis Corona

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta, Erlina Burhan, mengatakan masker kain kurang efektif untuk mencegah penularan, tetapi dalam keadaan terpaksa bisa dipakai.

Menurutnya, masker hanya salah satu cara untuk mencegah penyakit itu, selain tetap cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menerapkan prinsip hidup bersih dan sehat.

Erlina menambahkan, saat menggunakan masker, harus dipastikan menutup bagian hidung dan mulut.

Pastikan juga bagian bawah masker ditarik sampai bagian bawah dagu. Pada kawat bagian atas masker juga perlu ditekan mengikuti tulang hidung. Cara ini diperlukan untuk meminimalkan celah dari bagian masker.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.