Kompas.com - 02/04/2020, 12:31 WIB

Di Indonesia seruan semacam itu memang belum terdengar.

Bahkan, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto masih berpendapat, masker diperuntukkan hanya untuk mereka yang terinfeksi.

Pandangan Menkes ini pun sejalan dengan penyataan resmi organisasi kesehatan dunia (WHO).

WHO tetap merekomendasikan orang untuk tidak menggunakan masker, kecuali dalam kondisi sakit karena Covid-19 atau merawat pasien.

Baca juga: Pakai Masker Kain Bisa Bantu Cegah Virus Corona

"Tidak ada bukti khusus yang menunjukkan pemakaian masker oleh populasi massal memiliki potensi manfaat."

Begitu kata Dr. Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Senin.

Kendati demikian, banyak pandangan di luar WHO yang meyakini penggunaan penutup wajah dapat menurunkan risiko terkena droplet saat berada dekat dengan orang lain.

Alhasil, warga berbondong-bondong membeli masker, bahkan masker medis berkualitas tinggi, dengan standar respirator N95.

Akibatnya jenis masker tersebut menjadi langka di pasaran, atau harganya melambung tinggi.

Padahal, pekerja rumah sakit dan responden darurat pandemi corona dengan beban kerja tinggi dan risiko terpapar virus corona yang besar, amat membutuhkan masker semacam ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.