10 Cara Menenangkan Bayi Menangis

Kompas.com - 02/04/2020, 17:56 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KOMPAS.com - Semua bayi menangis, sebagian mungkin menangis lebih sering. Menangis adalah cara bayi untuk berkomunikasi dan memberi tahu bahwa ada yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Terkadang mudah untuk mengetahui apa yang mereka inginkan, tapi terkadang tidak.

Alasan paling umum bayi menangis adalah:

- Kelaparan
- popok kotor atau basah
- kelelahan
- menginginkan pelukan
- terlalu panas atau terlalu dingin
- bosan
- stimulasi berlebihan

Intensitas bayi menangis cenderung memuncak sekitar usia 7 minggu, kemudian secara bertahap akan berkurang.

Baca juga: Apgar Score, Tes Pertama Bayi yang Tidak Boleh Terlewat

Ada saat-saat tertentu ketika bayi cenderung banyak menangis dan tidak bisa ditenangkan. Umumnya ini terjadi di sore atau malam hari.

Ini bisa terasa sulit, karena di waktu ini orangtua mulai merasa kelelahan.

Belum lagi para orangtua baru yang seringkali masih bingung menghadapi bayi.

Tapi, tak perlu panik, karena biasanya bayi menangis untuk mencari kenyamanan, maka cobalah lakukan sesuatu yang bisa membuatnya nyaman.

Cara menenangkan bayi yang menangis

Berikut sepuluh cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan bayi menangis. Beberapa mungkin akan berhasil dengan baik:

1. Jika Anda menyusui, biarkan bayi menyusu langsung di payudara.

2. Bersuara lembut yang menenangkan untuk membantu mengalihkan perhatian bayi.

3. Beberapa bayi suka menggunakan selimut untuk menyamankannya.

4. Gendong bayi. Bergeraklah dengan lembut, mengayun perlahan, ajak bayi berbicara dan nyanyikan beberapa lagu.

5. Ayunkan bayi ke belakang dan ke depan dalam kereta bayi, atau bawalah pergi berkendara.

Banyak bayi suka tidur di mobil. Kalaupun mereka terbangun lagi saat mobil berhenti, setidaknya bayi sudah tenang untuk beberapa waktu.

Baca juga: Mengapa Bayi Punya Kebiasaan Mengunyah Tangan?

6. Temukan sesuatu untuk mereka dengarkan atau lihat. Ini bisa berupa musik di radio atau mainan.

7. Cobalah membelai punggung bayi dengan sedikit tenaga dan berirama, baringkan bayi menghadap ke bawah di pangkuanmu.

8. Buka pakaian bayi dan pijat dengan lembut dan kuat. Hindari menggunakan minyak atau losion apa pun sampai bayi berusia setidaknya satu bulan. Berbicaralah dengan tenang saat melakukannya dan jaga agar ruangan tetap hangat.

9. Cobalah mandikan dengan air hangat. Ini membantu menenangkan beberapa bayi secara instan, tetapi ada juga bayi yang semakin menangis.

10. Terkadang terlalu banyak mengayun dan bernyanyi dapat membuat bayi tetap terjaga. Cobalah segera membaringkannya, setelah bayi selesai menyusu.

Baca juga: Pijatan Rutin Bisa Bantu Maksimalkan Tumbuh Kembang Bayi

 

Jika bayi menangis terus-menerus

Jika Anda sudah mencoba berbagai cara dan mulai kelelahan, tetapi bayi masih terus menangis, ada dua alasan yang bisa menyebabkan bayi menangis berlebihan:

1. Kolik perut

Menangis berlebihan bisa menjadi tanda bahwa bayi menderita sakit perut. Semua pakar setuju bahwa kolik perut ada, tetapi tidak ada yang tahu apa penyebabnya.

Beberapa dokter mengira itu semacam kram perut. Tangisan bayi akan terdengar menyedihkan dan kesakitan, mungkin akan berhenti untuk satu atau dua menit, lalu ia akan mulai menangis lagi, yang menunjukkan bahwa itu bisa disebabkan oleh gelombang sakit perut.

Jika Anda mulai khawatir karena tangisannya tak kunjung berhenti dan bayi tampak kesakitan, segera konsultasikan pada dokter anak.

Baca juga: Kolik pada Bayi Jangan Bikin Ibu Panik

2. Sakit

Jika bayi terus-menerus menangis dan tidak bisa ditenangkan atau dialihkan perhatiannya, atau tangisannya tidak terdengar seperti tangisan normal mereka, itu bisa menjadi tanda bahwa bayi sakit.

Atau kemungkinan bayi memang sakit jika ia menangis dan disertai gejala lain, seperti suhu tinggi. Segera hubungi dokter, jika:

1. Bayi kejang.
2. Kulit bayi membiru, berbintik-bintik, atau sangat pucat.
3. Bernapas dengan cepat atau mengeluarkan suara serak saat bernapas, atau tampak bekerja keras untuk bernapas.
4. Suhu tubuh tinggi, tetapi tangan dan kaki terasa dingin.
5. Memiliki ruam ungu kemerahan di tubuh - ini bisa menjadi tanda meningitis.

Satu hal yang penting diingat adalah, tak peduli bagaimana frustasinya Anda berusaha menenangkan bayi menangis, jangan pernah menggoyangkan bayi Anda dengan kencang. Gerakan ini bisa menyebabkan kerusakan pada otak bayi.

Baca juga: Kopi Hitam Dapat Mencegah Kejang pada Bayi, Mitos atau Fakta?

 



Sumber NHS
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X