Kompas.com - 02/04/2020, 21:36 WIB
Ilustrasi vitamin C SHUTTERSTOCK/PixelblissIlustrasi vitamin C

 

Apa efeknya jika kekurangan vitamin C?

Diagnosis kekurangan vitamin C memerlukan tes darah khusus, tetapi kondisi utama kekurangan vitamin C dikenal adalah gejala penyakit kudis, seperti memar, gusi berdarah, dan kelelahan.

Scurvy atau penyakit kudis ditemukan oleh orang Mesir kuno, penyebab utama kematian selama perjalanan kapal panjang di era revolusi industri.

Karena vitamin C penting untuk pembentukan kolagen, gejala penyakit kudis berhubungan dengan pengendapan kolagen yang tidak tepat, protein struktural utama yang ditemukan di kulit dan jaringan ikat lainnya.

Orang dengan penyakit kudis biasanya memiliki bintik-bintik cokelat kecil pada kulit, pengerasan kulit, penebalan gusi, dan pendarahan dari selaput lendir.

Mereka juga mungkin merasa lemah atau tidak nyaman, perubahan emosional, penyembuhan luka yang buruk, nyeri tulang, dan pada tahap akhir berisiko  penyakit kuning, keterlibatan saraf, dan kejang-kejang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Perawatan Wajah dengan Vitamin C untuk Kulit Remaja

Kekurangan vitamin C jarang terjadi pada anak-anak di negara maju, kecuali mereka memiliki malabsorpsi usus yang parah atau praktik diet yang buruk yang menghindari sumber vitamin C.

Penyakit kudis masih terlihat di negara berkembang, karena terkait dengan kekurangan gizi.

Masalahnya tubuh manusia tidak dapat membentuk atau memproduksi vitamin C, sehingga tubuh tergantung pada sumber-sumber vitamin C dari luar, seperti tomat, paprika, brokoli, dan kiwi, yang merupakan sumber vitamin C terbaik.

Vitamin C juga tersedia sebagai suplemen oral, tetapi sumber vitamin yang dijual bebas harus diteliti dengan baik sebelum dikonsumsi secara rutin.

Seperti dilansir dari cleveland clinic, fungsi utama mengoptimalkan asupan vitamin C pada anak sebenarnya bukan untuk pencegahan flu, melainkan untuk mencegah penyakit kudis, terutama pada anak-anak berisiko, seperti mereka yang kekurangan gizi, memiliki pilihan makanan yang terbatas atau berisiko malabsorpsi.

Baca juga: Perokok Butuh Vitamin C Lebih Tinggi

Banyak penelitian yang telah membahas mengenai manfaat vitamin C dalam mencegah flu biasa. Topik ini telah diteliti secara luas, dan hampir semua bukti menunjukkan bahwa vitamin C tidak mencegah atau membantu mengobati flu biasa.

Secara keseluruhan, vitamin C adalah nutrisi penting yang kemungkinan memiliki efek meningkatkan kekebalan tubuh, dan tampaknya aman untuk dikonsumsi sebagai suplemen.

Namun jika orangtua tetap memilih untuk memberikan vitamin C kepada anaknya untuk mengurangi durasi flu, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dulu mengenai hal ini.

Baca juga: Jus Jeruk Kurangi Risiko Obesitas dan Menyehatkan Jantung

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X