Kompas.com - 02/04/2020, 22:37 WIB

KOMPAS.com - Tentu tak ada orangtua yang ingin anaknya mengalami kegagalan. Namun, roda kehidupan tak selamanya di atas. Akan ada saatnya anak jatuh mengalami kegagalan.

Lalu, seberapa tangguh anak Anda menghadapi kegagalan? Bagaimana Anda sebagai orangtua, mendukung anak sambil mengumpulkan kekuatan untuk bangkit kembali di hari-hari mendatang?

"Pada usia tertentu, manusia sudah harus terbiasa untuk memiliki keterampilan mengatasi masalah," kata dokter anak Edward Gaydos, DO.

Baca juga: 10 Teknik Parenting Positif untuk Mendisiplinkan Anak

“Pertanyaan sebenarnya adalah, bagaimana kita membantu anak-anak kita membentuk dan menafsirkan pengalaman? Saya pikir satu hal yang perlu kita lakukan adalah memberi anak-anak ruang yang nyaman untuk merasakankegagalan, dan kemudian memberdayakan mereka untuk mencoba lagi.”

Bagaimana anak-anak belajar dari kegagalan?

Saat ini, banyak anak-anak merasakan tekanan yang tak terlihat tetapi terasa berat, mulai dari harus menjadi yang terbaik, mampu berdiri di puncak, dan untuk mengumpulkan penghargaan, beasiswa atau piala.

Yang harus dipahami orangtua adalah, kita tidak bisa selalu memenangkan posisi raja atau ratu setiap kali kita bermain.

Orangtua dengan harapan tinggi yang tidak realistis dapat tanpa sadar membuat kecemasan dan ketakutan pada anak-anak mereka,” kata Gaydos.

Baca juga: Bukan Hanya Orangtua, Anak-anak Juga Ingin Didengarkan

“Daripada menciptakan lingkungan di mana mereka merasa perlu menang setiap saat, akan lebih sehat dan lebih realistis untuk mengharapkan kegagalan sesekali - terutama karena kita semua cenderung belajar lebih banyak dari kesalahan kita daripada dari kesuksesan,” lanjutnya.

Misalnya, jika Anda mengikuti kuis, Anda cenderung mengingat jawaban yang salah daripada mengingat jawaban Anda yang benar.

Peran penting orangtua

Bagian dari proses membangun ketahanan ini adalah tentang diri kita sendiri, orangtua. Bagaimanapun kita adalah orang yang paling semangat menunggu di bangku penonton untuk mendukung makhluk kecil yang paling kita sayangi.

Sekarang cobalah melihat sejenak, apakah Anda menjalani impian Anda sendiri melalui anak Anda? Jika demikian, ini dapat menciptakan banyak tekanan dan harapan, membuat anak-anak merasa tidak mampu. Sebagai gantinya, kita harus mendukung saat memberi anak ruang untuk bernapas.

Anak-anak seharusnya tidak menjadi pusat perhatian, tetapi diperlakukan sebagai bagian dari komunitas khusus, keluarga Anda dan orang-orang yang Anda undang ke dalam lingkaran Anda,” kata Dr. Gaydos.

Baca juga: Orangtua, Kenali Manfaat Organic Parenting untuk Pertumbuhan Anak yang Optimal

Menurut Dr. Gaydos ada lima hal yang harus dilakukan orangtua:

1. Validasi ketakutan atau kekhawatiran anak.

2. Biarkan anak-anak memikirkan beberapa hal sendiri.

3. Dorong anak-anak untuk berada dalam situasi di mana mereka berinteraksi dengan orang lain dan belajar isyarat sosial.

4. Gagal, pelajari, dan coba lagi – semua itu bukan hal buruk.

5. Ketika anak-anak diizinkan untuk memiliki berbagai pengalaman, di mana mereka diizinkan untuk gagal dan mencoba lagi, percayalah mereka secara alami belajar lebih banyak.

“Anda dapat membantu anak-anak dengan mengajarkan pada mereka bahwa hidup adalah tentang belajar, membuat kesalahan, dan kemudian bekerja keras untuk tidak membuat kesalahan yang sama lagi. Bagi saya, inilah cara orangtua mendefinisikan kebijaksanaan. "

Gaydos mengatakan, tidak masalah untuk memberi tahu anak-anak bahwa Anda juga belajar dari kesalahan Anda sendiri.

Ini membantu anak-anak untuk mempercayai orangtuanya dan memahami bahwa kita semua berada dalam perjalanan bersama.

Baca juga: Trik Sederhana Membuat Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.