Kompas.com - 03/04/2020, 09:45 WIB
Ilustrasi mesin cuci. bestlifeonline.comIlustrasi mesin cuci.

KOMPAS.com - Kebersihan diri hampir semua orang meningkat selama pandemi virus corona, tetapi apakah hal itu juga berlaku dalam pencucian pakaian?

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa virus Covid-19 bisa bertahan hidup di berbagai permukaan benda, termasuk bahan pakaian, dalam periode cukup lama, mulai dari hitungan jam sampai hari.

Itu sebabnya menerapkan cara pencucian pakaian yang benar bisa membantu menahan penyebaran virus dari pakaian ke manusia.

Berbeda dengan permukaan padat yang bisa diseka atau dilap, bahan pakaian memiliki berlapis serat sehingga membersihkan “permukaannya” saja tidak cukup.

“Bahan garmen harus dicuci dengan benar, seperti direndam dan dicuci dengan detergen atau proses dry-cleaning,” kata general manager perusahaan Laundry, Jeeves Hong Kong, Ryan Merszei seperti dikutip dari scmp.com.

Proses pencucian yang benar ini terutama untuk pakaian yang kita kenakan untuk ke tempat umum di luar rumah. Segera cuci pakaian setelah kita sampai di rumah.

Baca juga: Mungkinkah Virus Corona Hidup di Permukaan Sepatu?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

Hal yang sama juga berlaku untuk pakaian yang mungkin kontak dengan permukaan padat, di mana virusnya bertahan cukup lama. Misalnya saja meja di tempat umum atau rumah sakit.

Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menyarankan untuk mencuci pakaian dengan air hangat dan memakai detergen. Untuk pakaian tertentu yang kita tidak yakin akan kebersihannya, kita bisa menggunakan cairan pemutih dulu sebelum dicuci.

Bila kita tak bisa langsung mencuci pakaian setelah digunakan, simpanlah dalam kantong khusus sampai bisa dicuci. Jangan lupa untuk membersihkan dan disinfeksi kantong tersebut setelah dikosongkan.

Setelah kita menyentuh pakaian-pakaian kotor, terutama yang dipakai ke tempat umum, segera cuci tangan dengan sabun.

Kendati begitu kita tak perlu panik berlebihan, karena sejauh ini penelitian menunjukkan bahwa virus yang berada di permukaan padat dan sering disentuh, misalnya tombol lift atau pegangan tangga, lebih mudah menularkan virus dari pada pakaian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber SCMP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.