Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/04/2020, 14:39 WIB
Wisnubrata

Editor

Sumber

Herd immunity dan virus corona

Untuk bisa mencapai herd immunity terhadap infeksi covid-19, saat ini baru ada satu pilihan, yaitu secara alami dengan membiarkan banyak orang terinfeksi penyakit ini. Sebab, hingga saat ini belum ada vaksin corona yang tersedia.

Namun pertanyaanya, apakah hal tersebut setimpal dengan risiko kematian dan jumlah infeksi yang akan terjadi.

Perlu diingat bahwa covid-19 adalah penyakit baru. Saat penyakit ini muncul, belum pernah ada orang yang mengalaminya. Itu artinya, tidak ada orang yang kebal terhadap penyakit ini.

Jadi, untuk membuat herd immunity terhadap covid-19, diperkirakan 60% populasi masyarakat perlu terinfeksi dan sembuh. Ingat, harus sembuh.

Jika banyak orang terinfeksi dan kemudian meninggal, maka tetap saja kekebalan komunitas ini tak akan tercapai.

Bayangkan betapa rumitnya suasana fasilitas kesehatan jika sebagian besar orang terinfeksi virus corona secara hampir bersamaan. Tentu, kesembuhan akan semakin sulit dicapai dan berujung pada meningkatnya angka kematian.

Lagipula, jika seluruh dunia sepakat untuk membentuk suatu herd immunity untuk covid-19 tanpa adanya vaksin, dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Dalam jangka waktu itu, risiko terjadinya kematian dan keparahan infeksi tetap terus ada.

Bisakah konsep herd immunity diterapkan untuk redakan covid-19 di Indonesia?

Konsep herd immunity akhir-akhir ini banyak diperbincangkan, bahkan melalui pesan berantai di aplikasi chat. Banyak orang seolah setuju agar Indonesia coba untuk menerapkan konsep ini guna menyelesaikan pandemi.

Padahal jika herd immunity untuk covid-19 diterapkan di Indonesia, dampaknya akan sangat merugikan. Hal ini diungkapkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

Organisasi tersebut telah melakukan kajian untuk melihat skenario jika sekiranya negara ini benar-benar akan menerapkan konsep herd immunity untuk meredakan virus corona.

Hasilnya bisa dibilang mengerikan karena dengan begitu, angka kematian akibat infeksi virus corona di Indonesia akan melonjak jauh.

Hal ini disebabkan karena di negara ini, sangat banyak orang yang memiliki penyakit penyerta yang bisa memperparah infeksi corona. Penyakit tersebut antara lain:

  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Penyakit paru kronis
  • Hipertensi
  • Kanker
  • Penyakit autoimun

Selain itu, seperti yang bisa kita lihat sendiri, saat ini angka laju kematian akibat Covid-19 di Indonesia ada pada angka 7-9%, termasuk salah satu yang tertinggi di dunia.

Infeksi ini pun jangan disalahartikan hanya berbahaya bagi lansia maupun orang dengan penyakit penyerta.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com