Kompas.com - 06/04/2020, 13:50 WIB
Seorang pria yang usai berbelanja melewati sejumlah warga yang mengantre dengan menjaga jarak aman saat akan berbelanja di supermarket, di Tegucigalpa, Honduras, 19 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona. AFP/ORLANDO SIERRASeorang pria yang usai berbelanja melewati sejumlah warga yang mengantre dengan menjaga jarak aman saat akan berbelanja di supermarket, di Tegucigalpa, Honduras, 19 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk berdiam diri di rumah. Menerapkan physical distancing pun menjadi salah satu cara efektif untuk melindungi diri dari paparan virus corona SARS-CoV-2.

Hanya saja, beberapa orang mungkin tetap harus bepergian ke luar rumah, seperti pekerja harian atau saat harus berbelanja kebutuhan dapur.

Dalam kondisi ini, jarak aman penting untuk diperkirakan agar bisa terhindarkan dari virus corona baru.

Berapa jarak aman saat keluar rumah di tengah pandemi corona?

Menurut CDC dan seorang ahli epidemiologi di Temple University, 6 kaki (sekitar 2 meter) disebut sebagai jarak aman minimal untuk turunkan risiko penularan.

1. CDC: 2 meter menjadi jarak aman minimal untuk turunkan risiko penularan

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, kita harus bisa menjaga jarak setidaknya 6 kaki untuk menghindari paparan virus corona baru. 6 kaki setara dengan 1,8288 meter atau bisa dibulatkan menjadi 2 meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini penting diperhatikan karena virus dapat berpindah melalui kontak dekat dengan orang lain, yakni dalam jarak 6 kaki (2 meter).

Risiko penularan tersebut bisa meningkat dari droplet individu yang batuk dan bersin di dekat orang lain. Studi terbaru juga menyebutkan virus corona bisa berpindah dari orang yang tampak sehat alias tanpa gejala.

Baca juga: Social Distancing Efektif Cegah Penyebaran Corona, Bagaimana Caranya?

2. Pendapat dari ahli lain

Hal senada, namun dengan catatan, juga disampaikan oleh Krys Johnson yang merupakan seorang ahli epidemiologi di Temple University Amerika Serikat.

Seperti yang dikutip dari Live Science, Krys Johnson menyebutkan bahwa standar 6 kaki (2 meter) bisa dijadikan titik referensi untuk mengantisipasi penularan, bukan penentu yang akan ‘benar-benar’ melindungi kita.

Krys Johson menyebutkan, 6 kaki (2 meter) tersebut merupakan jarak aman yang baik saat kita melewati orang lain di luar ruangan – apabila kita memang tak bisa menciptakan jarak yang lebih jauh.

Sementara itu, saat berada di dalam ruangan seperti di supermarket, 6 kaki tersebut merupakan jarak yang sangat minimum.

Dari paparan ini, apabila kita bisa menjaga jarak melebihi 2 meter, hal tersebut tentu akan jauh lebih baik.

Petunjuk aman saat keluar rumah

Selain jarak aman 2 meter saat bepergian di atas, kita juga bisa menerapkan protokol keluar rumah untuk turunkan risiko penularan Covid-19.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia telah merilis Protokol Petunjuk Aman Saat Keluar Rumah. Hal yang harus diperhatikan, yakni:

  • Pakai jaket atau baju lengan panjang
  • Tidak perlu memakai aksesori, seperti gelang, cincin, atau anting
  • Kenakan masker
  • Usahakan untuk tidak menggunakan transportasi umum
  • Gunakan tisu di jari untuk menyentuh permukaan apa pun
  • Terapkan etika batuk atau bersin yang benar, seperti menggunakan siku bagian dalam untuk menutup mulut
  • Usahakan bertransaksi dengan uang non-tunai
  • Senantiasa mencuci tangan, atau gunakan hand sanitizer setelah menyentuh benda dan permukaan apa pun
  • Tidak menyentuh wajah sampai tangan benar-benar bersih
  • Jaga jarak aman dengan orang lain, yakni minimal 2 meter menurut CDC

Baca juga: Melindungi Diri saat Ke Luar Rumah untuk Cegah Virus Corona


Protokol jika masuk rumah setelah bepergian

Setiap kali masuk rumah setelah bepergian, ada beberapa protokol yang harus kita perhatikan. BNPB juga merilis protokol masuk rumah dengan poin-poin sebagai berikut:

  • Jangan langsung sentuh apapun
  • Buka sepatu sebelum masuk rumah
  • Segera lepas pakaian dan masukkan ke keranjang cucian
  • Segera mandi
  • Jika tidak bisa mandi, pastikan mencuci area kulit yang terpapar udara luar (termasuk mencuci tangan dengan benar dan tepat)
  • Bersihkan handphone dan kacamata (jika ada), menggunakan alkohol atau disinfektan
  • Bersihkan permukaan atau benda yang dibawa dari luar

Baca juga: Lakukan ini Sesampai di Rumah Setelah Bepergian di Tengah Wabah Corona

Saat bepergian keluar rumah, Anda bisa menjaga jarak aman 2 meter untuk turunkan risiko penularan. Apabila memungkinkan, lebih dari 2 meter tentu akan lebih baik.

Namun, pada akhirnya, berdiam di rumah menjadi cara paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari virus corona.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.