Kompas.com - 06/04/2020, 15:10 WIB
Ratu Elizabeth II (kiri) dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh (kanan), dalam permbukaan Parlemen Negara di Westminster, London, Inggris, 25 Mei 2010. STR/EPA-EFERatu Elizabeth II (kiri) dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh (kanan), dalam permbukaan Parlemen Negara di Westminster, London, Inggris, 25 Mei 2010.

Selain berterima kasih kepada petugas kesehatan dan mereka yang tanpa pamrih melanjutkan tugas sehari-hari mereka di luar rumah untuk mendukung kita semua, Ratu juga berterima kasih kepada mereka yang tinggal di rumah, dengan demikian membantu melindungi mereka yang lebih rentan dan menyelamatkan banyak orang.

“Rasa sakit sudah dirasakan oleh mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai,” ungkap sang Ratu lagi.

Satu sumber pemerintah mengatakan kepada The Times of London bahwa para menteri berharap kata-kata Ratu akan menjadi "kartu truf" mereka dalam membujuk warga yang ragu-ragu untuk menaati pedoman pemerintah.

Pidato hari Minggu telah direkam sebelumnya di Windsor Castle, tempat Ratu tinggal bersama suaminya Pangeran Philip.

Hanya satu juru kamera mengenakan alat pelindung dan diizinkan bersamanya untuk syuting.

White Drawing Room, dipilih karena cukup besar untuk memungkinkan mereka tetap berjarak. Kru lainnya berada di kamar sebelah, mendengarkan rekaman.

Putranya sendiri, pewaris tahta kerajaan Inggris berusia 71 tahun, Pangeran Charles, adalah satu dari 48.406 kasus covid-19 yang dikonfirmasi di Inggris pada hari Minggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ratu biasanya hanya menyiarkan pidatonya ke seluruh negara saat menyampaikan pesan Hari Natal tahunan yang disiarkan televisi.

Terakhir kali dia melakukan itu adalah pada 2012 setelah perayaan untuk menandai tahun ke-60 sebagai ratu.

Pidato sebelumnya terjadi satu dekade lalu saat kematian ibunya, Ibu Suri, pada tahun 2002 ketika dia mengucapkan terima kasih kepada warga Inggris atas pesan belasungkawa mereka.

Dia juga memberi pidato pada awal Perang Teluk pada tahun 1991, dan yang paling terkenal, menyampaikan siaran langsung yang suram setelah kematian menantunya, Putri Diana, dalam kecelakaan mobil Paris pada tahun 1997 di tengah pencurahan nasional kesedihan dan kritik atas tanggapan keluarga kerajaan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.