Yang Perlu Diketahui tentang Tingkat Kesembuhan Infeksi Corona

Kompas.com - 07/04/2020, 16:11 WIB
Seorang dokter berdiri di dalam salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSeorang dokter berdiri di dalam salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memang tengah membuat cemas warga dunia. Penularannya yang sangat cepat, belum adanya obat, belum siapnya vaksin serta virus yang terbilang baru membuat virus ini semakin sulit dihadapi.

Lalu, seberapa besar kemungkinannya untuk pulih sepenuhnya setelah menerima diagnosis positif terinfeksi virus corona?

Menurut Reuters, para pejabat WHO menyatakan pada konferensi pers pekan lalu bahwa secara global angka kematian akibat Covid-19 sekitar 3,4 persen. Angkanya bervariasi tiap negara. Sebagai contoh, di Indonesia angka kematiannya mencapai 9 persen.

Namun, untuk menghitung secara akurat tingkat kelangsungan hidup, para ilmuwan harus tahu persis berapa banyak orang yang terinfeksi. Terlebih karena fakta bahwa pengujian belum tersedia secara luas, maka statistik ini benar-benar hanya perkiraan.

Penting juga untuk dicatat bahwa selama wabah seperti ini, hanya orang yang merasa tidak sehat yang pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter.

Natasha S. Hochberg, MD, MPH, profesor di Boston University School of Medicine dan dokter penyakit menular, mengatakan jika orang-orang yang memiliki kasus ringan (katakanlah, tanpa gejala) juga sedang diuji, maka angka kesembuhan dan harapan hidup akan jauh lebih tinggi. Statistik tingkat kematian tentu jauh lebih rendah.

Baca juga: Selebritas Indonesia dan Internasional yang Berhasil Sembuh dari Covid-19

Untuk memasukkannya ke dalam perspektif, mari kita lihat perkiraan awal kematian terkait virus corona di Wuhan, China.

Awalnya, tingkat kematian sekitar 2 atau 3 persen, tetapi karena China telah melaporkan lebih dari 81.600 kasus sejak wabah dimulai, tim pakar penyakit menular percaya bahwa tingkat kematian tak lebih dari 1,4 persen.

Bagaimana pun, angka kesembuhan dari virus ini melebihi tingkat kematiannya. Dari 95,411 masyarakat global yang terinfeksi virus corona, sebanyak 53,255 pasien berhasil pulih dari virus misterius ini. Artinya, persentase pasien sembuh sekitar 55,8 persen.

Kendati begitu, pandemi ini tetap tidak dapat diremehkan. Dibutuhkan kombinasi intervensi yang tepat dan pengambilan keputusan yang cepat agar tidak lebih banyak lagi korban jiwa.

"Sayangnya, wabah telah terjadi sejak sejarah kuno dan akan terus terjadi. Hal terpenting yang kami pelajari dalam setiap wabah adalah pentingnya kolaborasi internasional dan berbagi data dan sumber daya. Virus di mana saja dapat dengan cepat menjadi virus di mana-mana,” kata Dr. Hochberg.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X