Tak Perlu Berat, Lakukan Olahraga Ringan di Sela Aktivitas

Kompas.com - 07/04/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Olahraga rutin dan makan makanan bernutrisi dianjurkan agar daya tahan tubuh kita tetap kuat di tengah pandemi Covid-19.

Bagi sebagian orang meluangkan waktu untuk olahraga di rumah adalah hal yang tidak mudah. Alasannya mulai dari kurang motivasi, ruangan yang sempit, hingga malas bergerak. Padahal, olahraga bisa kamu selipkan di antara aktivitas harian, lho.

"Walaupun kita menerapkan karantina diri, kita bisa tetap menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, meskipun sedang tidak bisa ke gym."

Demikian diungkapkan oleh Ilmuwan nutrisi, Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD, seperti dikutip dari siaran pers Greenfields, Selasa (7/4/2020).

Baca juga: Beragam Olahraga Ringan dan Manfaatnya bagi Tubuh

Beberapa gerakan sederhana yang bisa dilakukan di sela aktivitas harian, misalnya:

- Melakukan gerakan plank sambil menunggu air mendidih untuk bikin teh atau kopi.

- Melakukan squat saat iklan televisi muncul dengan durasi sekitar 1 menit.

- Melakukan gerakan peregangan setelah selesai video call bersama kantor, klien atau teman.

- Pasang lagu upbeat favorit di pagi hari, kemudian menarilah dengan intensif. Kamu juga bisa mengajak anggota keluargamu yang lain agar aktivitas menjadi lebih menyenangkan.

- Memanfaatkan peralatan rumah tangga sebagai pengganti alat gym. Misalnya, melakukan bicep curl dengan galon kecil, wood chop dengan toples makanan, serta shoulder press dan lasteral raise menggunakan produk susu atau minuman lain yang cukup berat.

Baca juga: Olahraga Virtual Jadi Alternatif Selama Masa Pandemi Virus Corona

ilustrasi olahraga dengan kursishutterstock/Lizardflms ilustrasi olahraga dengan kursi

Makan seimbang

Selain menyelipkan aktivitas fisik di sela kegiatan harian, jangan lupa untuk mengonsumsi gizi seimbang.

Matthew mengingatkan bahwa gaya hidup sehat terdiri dari 70 persen asupan gizi dan 30 persen olahraga.

Batasi asupan kalori dan terapkan pola makan seimbang dengan mengonsumsi 40-60 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak dan 15-20 persen protein.

"Prioritaskan makanan yang mengandung nutrisi tinggi dan jauhi makanan yang kurang sehat. Usahakan variasi dalam menu makanan sehari-hari," ungkapnya.

Baca juga: 6 Pilihan Pola Makan demi Turunkan Berat Badan

Salah satu makanan bergizi yang baik untuk dikonsumsi setiap hari adalah susu. Menurut Matthew, makanan segar adalah sumber asupan gizi yang terbaik, termasuk susu dan produk olahan susu (dairy products).

Jika memungkinkan, sebaiknya konsumsi susu segar. Namun, jika kurang memungkinkan dan ingin memilih susu UHT misalnya, telitilah dengan kandungannya dan yakinkan susu terbuat dari susu segar hasil pasteurisasi.

Proses pasteurisasi dapat mempertahankan nutrisi baik dari susu segar dan susu tidak menjadi basi secepat susu segar yang tidak dipasteurisasi.

"Susu yang telah dipasteurisasi membantu untuk menjaga kualitas susu segar dengan menghancurkan mikroorganisme pembusukan dan enzim-enzim," papar Matthew.

Baca juga: Perjalanan Panjang Segelas Susu Segar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X