Melihat Aksi Solidaritas Warga Italia Hadapi Pandemi Covid-19...

Kompas.com - 08/04/2020, 08:19 WIB
Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 di Italia masih jauh dari kata usai.

Saat ini, jumlah korban meninggal akibat virus corona di negeri itu mencapai 16.000 orang, di mana lebih dari separuh kematian terjadi di wilayah utara Lombardy.

Namun, tindakan nyata yang dilakukan masyarakat di sana bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam memerangi virus tersebut, termasuk Indonesia.

Salah satunya adalah Roberta Brivio. Psikolog berusia 74 tahun yang berdomisili di Lombardy itu adalah Presiden cabang di Italian Society for Emergency Pschology.

Baca juga: Yang Perlu Diketahui tentang Tingkat Kesembuhan Infeksi Corona

Brivio mengisahkan, ia menerima telepon beberapa kali dalam satu jam selama beberapa minggu.

"Saya bahkan tidak bisa menyempatkan waktu untuk makan," kata Brivio, seperti dilansir  Time.

Awal Maret lalu, usai wabah Covid-19 santer merebak hingga daerah dekat rumahnya, Brivio bersama empat rekannya membuat hotline kesehatan mental gratis.

Hotline itu dibuka bagi penduduk Lombardy yang berjuang mengatasi angka kematian dan menjalani masa isolasi.

Ia pun mulai menerima panggilan telepon. "Banyak orang menghubungi kami dengan kecemasan, kesepian atau ketakutan," katanya.

"Kami melihat banyak orang mengalami kepanikan, terkadang itu terjadi selama panggilan telepon."

Baca juga: Melihat Para Desainer Kondang yang Bantu Perangi Wabah Corona

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Time
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X