Kompas.com - 08/04/2020, 08:19 WIB
Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

Warga Italia lain juga berusaha membantu di tengah-tengah pekerjaan mereka.

Ketika pandemi menyebabkan ratusan orang di Brescia meninggal dunia, Paolo dan Gabriele Carrera berada di pusat jaringan yang mendonasikan komputer tablet ke rumah sakit.

Seluruh kunjungan ke rumah sakit dilarang selama pandemi, sehingga saat seseorang terinfeksi virus corona dan dibawa ke rumah sakit, kerabat mereka tidak dapat mengucapkan selamat tinggal ketika pasien meninggal dunia.

Melihat situasi ini, sebuah rumah sakit meminta bantuan editor surat kabar lokal.

Editor surat kabar tersebut lalu meminta bantuan Carrera bersaudara karena mereka bekerja di sebuah asosiasi bisnis lokal kecil.

Baca juga: Kisah Jurnalis Terpisah 49 Hari dengan Anaknya karena Pandemi Corona

"Apa yang mengerikan adalah kematian yang tidak manusiawi," kata Paolo Carrera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sangat menyebalkan bagi anggota keluarga tidak dapat melakukan kontak sebelum mereka meninggal."

"Para perawat memberi tahu kami, mereka menyampaikan pesan terakhir kepada keluarga pasien."

"Beberapa orang berkata, 'ingatlah saya, saya akan mati,' atau 'beri tahu putra dan putri saya, saya mencintai mereka'."

Baik Paolo dan Gabriele Carrera tahu rasanya kehilangan orang yang dicintai tanpa bisa mengucapkan selamat tinggal.

Halaman:
Baca tentang


Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.