Kompas.com - 09/04/2020, 07:15 WIB
Ilustrasi asma catinsyrupIlustrasi asma

KOMPAS.com - Virus corona dapat mengancam seluruh orang, terlepas dari apa pun kondisi kesehatan mereka.

Namun, orang-orang dengan penyakit pernapasan yang sudah ada sebelumnya, seperti asma berisiko tinggi memiliki konsekuensi serius yang timbul dari infeksi Covid-19.

Mencegah pandemi dengan menerapkan jarak sosial dan sering mencuci tangan bisa membantu penderita asma terhindar dari Covid-19, sama seperti mereka yang sehat.

Baca juga: Apakah Penderita Asma Lebih Berisiko Terkena Virus Corona?

Menurut American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI), tidak ada bukti yang menyebut penderita asma berisiko lebih tinggi tertular Covid-19,

Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengatakan, orang dengan asma sedang hingga berat bisa berisiko lebih tinggi mengalami sakit parah akibat Covid-19.

"Kita tahu penyebab utama serangan asma adalah penyakit virus, jadi masuk akal Covid-19, penyakit virus yang menyebabkan penyakit pernapasan, bisa lebih buruk bagi mereka yang menderita asma."

Demikian kata Dr. Sylvia Owusu-Ansah, dokter darurat anak dan dokter medis darurat di UPMC Children Hospital of Pittsburgh kepada Healthline.

Dr. Mauricio Heilbron, ahli bedah trauma dan wakil kepala staf di St. Mary's Medical Center di Long Beach, California, AS, juga memberi tanggapan senada.

"Pasien dengan kondisi mendasar yang melibatkan paru-paru seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan bronkitis kronis lebih berisiko mengembangkan pneumonia dan sindrom pernapasan akut terkait Covid-19," katanya.

Baca juga: 6 Bahan Makanan yang Bisa Bantu Atasi Asma

"Siapa pun dengan penyakit paru-paru pada dasarnya berpotensi memiliki cadangan jauh lebih sedikit untuk menangani proses, yang membatasi kemampuan mendapat oksigen dari udara ke dalam aliran darah."

Demikian kata Dr. Louis B. Malinow , dokter penyakit dalam di pusat kesehatan eksekutif MDVIP.

"Misalnya, seseorang dengan fungsi paru-paru 100 persen dapat turun menjadi 70 persen karena Covid-19, di mana fungsi paru-paru tidak mengancam orang tersebut," kata Malinow.

"Penderita asma yang memulai dengan fungsi paru-paru 70 persen, dan terkena virus lalu mencoba berjuang dengan fungsi paru-paru 40 persen, akan lebih sulit."

Baca juga: Bagaimana Mencegah Serangan Asma?

Obat tertentu dapat meningkatkan risiko

ACAAI menekankan, tidak ada bukti obat asma yang digunakan untuk mencegah gejala steroid inhalasi, steroid oral, montelukast, dan biologik dapat meningkatkan risiko tertular Covid-19.

Namun, studi yang diterbitkan dalam Jurnal Endocrine Society's Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism mengungkap fakta baru.

Dalam studi itu disebutkan, individu yang menggunakan hormon steroid (glukokortikoid) untuk kondisi asma, alergi, dan radang sendi tidak dapat memunculkan respons stres yang normal dan berisiko tinggi jika terkena virus corona.

"Penderita asma dengan pertahanan kekebalan yang terhambat, atau telah dirawat di rumah sakit karena asma dalam 12 bulan terakhir, berisiko tinggi merasakan sakit berlebih akibat virus corona."

Dilansir dari Heathline, Dr. Jonas Nilsen, co-founder Practio mengatakan, vaksinasi perjalanan dan layanan spesialis saran penyakit menular.

Baca juga: Awas, Anak yang Sering Terpapar Produk Pembersih Berisiko Alami Asma

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X