Selama Pandemi, Berapa Jarak Aman Olahraga dengan Orang Lain?

Kompas.com - 10/04/2020, 11:12 WIB
Sekelompok pemuda bersepeda bersama SHUTTER STOCKSekelompok pemuda bersepeda bersama

KOMPAS.com – Walau memberlakukan pembatasan jarak fisik, tapi di banyak negara otoritas masih mengijinkan warganya berolahraga di luar ruang, seperti jogging, berjalan kaki, atau bersepeda, asalkan menjaga jarak 1-2 meter dengan orang lain.

Aturan tersebut memang menuai pro dan kontra karena tak sedikit pakar yang mengatakan olahraga di luar rumah tetap beresiko.

Pendapat tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan tim gabungan dari Belgia dan Belanda. Disebutkan bahwa sebisa mungkin kita harus menghindari orang lain selama berolahraga karena adanya udara slipstream di sekitar orang lain.

Menjaga jarak 1-2 meter dari orang lain disebutkan hanya efektif jika kita berdiri diam atau di luar rumah dengan kondisi tidak berangin.

Namun, saat kita berjalan, lari, atau bersepeda, sebaiknya kita lebih berhati-hati.

Ketika seseorang yang sedang berlari bernapas, bersin, atau batuk, partikel-partikel yang dikeluarkannya tetap melayang di udara dan terhirup orang di belakangnya. Hal ini bisa disebut juga sebagai slipstream berupa “awan droplet”.

Baca juga: Jangan Parno, Bersin Bukan Gejala Virus Corona, Lalu Apa?

Ilustrasi slipstream dari orang yang berjalan atau berlari.Medium Ilustrasi slipstream dari orang yang berjalan atau berlari.

Kesimpulan tersebut dihasilkan tim peneliti setelah melakukan simulasi frekuensi kejadian partikel liur seseorang selama bergerak (jalan atau berlari).

Simulasi juga dilakukan pada berbagai posisi, antara lain berdekatan dengan orang, berada di belakang secara diagonal atau berada lurus di belakang.

Normalnya, modeling semacam itu dilakukan untuk meningkatkan performa atlet karena berada di belakang “aliran udara” sangat efektif. Namun, ketika bicara tentang Covid-19, sebaiknya kita justru menghindari slipstream tersebut.

Baca juga: Percikan Cairan Bersin dan Batuk Bisa Terbang Sampai 8 Meter

“Orang yang bersin atau batuk akan menyebarkan droplet dalam tekanan yang besar, namun bernapas pun akan meninggalkan partikel di belakangnya. Ini meningkatkan risiko penularan, karena awan tersebut juga bisa menempel di baju,” kata Bert Blocken, salah satu peneliti.

Dari penelitian tersebut, direkomendasikan agar kita menjaga jarak dengan orang yang berjalan dalam arah yang sama, sekitar 4-5 meter. Untuk berlari atau bersepeda, jarak yang aman minimal 10 meter.

Selain itu, ketika berpapasan dengan orang lain saat bersepeda disarankan agar kita berada di jalur yang berbeda atau menjaga jarak sekitar 20 meter.

 



Sumber Medium
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X