Kompas.com - 13/04/2020, 08:32 WIB
Ilustrasi hamil HoneyrikoIlustrasi hamil

KOMPAS.com - Kabar kehamilan seringkali membawa suasana hati yang campur aduk, mulai dari kegembiraan, kekhawatiran, hingga ketertarikan yang besar.

Namun, hamil di tengah pandemi Covid-19 tentunya merupakan hal yang menantang karena dikelilingi banyak ketidakpastian.

Apalagi jika baru menginjak usia awal kehamilan atau trimester awal.

Baca juga: Ibu Hamil Ingin Makan Mi Instan? Ini Aturannya

Adanya teknologi memang akan sangat membantu. Namun, cobalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan mengikuti sarannya.

"Kasus dan riwayat, mulai dari riwayat kebidanan, riwayat medis dan riwayat kehamilan, seseorang akan berbeda-beda."

Demikian diungkapkan pakar kebidanan dan ginekologi tersertifikasi asal New York, Jennifer Butt, M.D.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apa yang perlu ditanyakan?

Penting untuk menanyakan kepada dokter tentang langkah-langkah apa yang akan diambil untuk meminimalisasi kontak pribadi dengan orang lain demi mencegah transmisi virus.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pasangan Ini Gelar Pernikahan di Atap Apartemen

Penelitian masih terbatas, dan hingga saat ini diyakini virus corona tidak ditularkan dari ibu hamil ke janin mereka.

Meski begitu, orang hamil mungkin berisiko lebih tinggi tertular virus, mengingat sistem kekebalan tubuh mereka yang melemah.

Jadi pastikan dokter melakukan apa yang mereka bisa untuk melindungi pasiennya.

Bisa jadi melalui konsultasi jarak jauh, sehingga kamu tidak diharuskan mengunjungi mereka secara langsung dalam waktu yang sering.

Hal itu dilakukan oleh Butt. Demi mengurangi antrean di ruang tunggu, ia mengatur jadwal para pasien dengan sangat rinci.

"Saya hanya bertemu dengan pasien hamil, dan jika beberapa pasien merasa tidak nyaman, kita bisa menunda janji hingga satu atau dua minggu," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Penyintas Kanker Berjuang Melewati Masa Pandemi Covid-19

"Untuk kunjungan, saya tidak mengizinkan suami, atau anak-anak mereka ikut, hanya pasien. Ini berisiko memperluas paparan virus. "

Beberapa ibu hamil bahkan melahirkan sendiri, tanpa didampingi pasangan.

Apalagi, beberapa rumah sakit di New York mulai memberlakukan larangan bagi pasangan untuk ikut masuk ke ruang bersalin.

Oleh karena itu, kamu perlu mengatur rencana darurat dan mengonsultasikannya kepada dokter atau bidan.

Keguguran kandungan

Adanya perbedaan pelayanan di masa pandemi tentu saja berpengaruh pada pasien, termasuk jika menghadapi keguguran kandungan.

Butt mengatakan, jika ibu mengalami gejala-gejal keguguran dan mengkawatirkannya, cobalah mengontak dokter terlebih dahulu.

Sebab, akan ada perbedaan skenario penanganan pada masing-masing pasien. Ada ibu yang mungkin membutuhkan ruang darurat, sementara ibu lainnya mungkin tidak dan bisa menangani sendiri di rumah.

Baca juga: 5 Cara Nikmati Momen Paskah di Tengah Pandemi Corona

Ketika seorang pasien berpikir mereka keguguran, dia harus berbicara dengan dokter tentang jenis gejala dan berapa banyak perdarahan yang dialami.

"Itu akan menjadi setidaknya satu faktor penentu langkah selanjutnya dalam perawatan mereka," tambah Butt.

Fokus kesehatan mental

Menjaga kesehatan fisik memang penting, namun penting pula untuk menjaga kesehatan mental.

Kehamilan bisa menjadi sumber kecemasan dan stres, apalagi jika terjadi di tengah masa penuh ketidakpastian seperti saat ini.

Menurut Butt, hal utama yang harus dilakukan adalah menerima rutinitas saat ini sebagai hal yang normal.

"Tetaplah pada rutinitas dan menerima bahwa rutinitas ini adalah hal normal baru," kata dia.

Dengan kata lain, misalnya kamu biasa bekerja dari pukul 09.00 hingga 17.00, maka lakukanlah seperti biasa hanya saja kamu melakukannya di rumah.

Jika perlu, batasi paparan berita, dan pastikan hanya mendapatkan informasi tentang virus corona dari sumber terpercaya.

Baca juga: Mengapa Berjemur Matahari Penting di Masa Pandemi Covid-19?

Saling menanyakan kabar dengan orang lain adalah hal yang penting dilakukan, sebab kehamilan bisa membuat seseorang merasa lebih terisolasi.

Kebiasaan ini juga penting untuk sama-sama mengetahui kabar ibu hamil lainnya serta sama-sama menguatkan satu sama lain.

Kehamilan bisa menjadi pengalaman yang membingungkan dan penuh tanda tanya.

Mengambil waktu menyendiri untuk mempersiapkan rumah, tubuh dan pikiran untuk menjadi ibu, bisa menjadi latihan dasar yang dapat membantu menjaga kesehatan mental selama masa pandemi ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.