Tips Menyimpan Berbagai Jenis Daging agar Tetap Segar

Kompas.com - 14/04/2020, 09:29 WIB
Ilustrasi daging merah dan daging putih. Ilustrasi daging merah dan daging putih.

KOMPAS.com - Daging adalah bahan makanan serbaguna yang bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis masakan.

Karena harganya yang mahal, kita semua tentu ingin memastikan daging yang kita simpan bisa seluruhnya terpakai dan tetap segar ketika dimasak.

Untuk itu, cara penyimpanan daging yang tepat sangatlah penting untuk diperhatikan. Salah satu hal terpenting adalah memastikan terlebih dahulu waktu kadaluwarsanya ketika membeli.

Baca juga: Tips Menyimpan Ikan, Daging, dan Sayur agar Awet dan Tetap Segar

Namun, tahukah kamu bahwa cara penyimpanan daging berbeda-beda untuk setiap jenisnya? Simaklah panduan berikut:

1. Sosis

Sosis mentah, baik terbuat dari daging sapi maupun ayam, direkomendasikan untuk disimpan selama satu atau dua hari di dalam kulkas dan dapat disimpan hingga satu atau dua bulan di dalam freezer.

Sementara daging asap bisa bertahan lebih lama, kamu bisa menyimpannya hingga tujuh hari di kulkas dan satu atau dua bulan di freezer.

2. Daging giling

Semakin banyak daging dipotong, semakin besar potensi paparan bakteri. Jadi untuk daging hamburger, daging giling, daging rebus, dan jenis daging tambahan lainnya, masukkan satu atau dua hari di kulkas dan tiga hingga empat bulan di dalam freezer.

Kalkun giling, daging sapi muda, daging babi, dan daging domba juga dapat disimpan satu atau dua hari di lemari es, dan tiga hingga empat bulan di dalam freezer.

Baca juga: Bagaimanakah Cara Paling Sehat Memasak Daging

3. Daging segar

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) membagi daging-daging segear berpotongan besar ke dalam steak, daging potong, daging panggang, dan berbagai daging (lidah, ginjal, hati, jantung, dan chitterling).

Daging steak dan daging panggang bisa bertahan tiga hingga lima hari di kulkas dan enam hingga 12 bulan di dalam freezer, jika kamu ingin tetap daging tersebut siap masak.

Sedangkan untuk daging potong, FDA merekomendasikan tiga hingga lima hari di dalam kulkas dan empat hingga enam bulan di freezer.

Sementara variasi daging lainnya dapat disimpan selama satu hingga dua hari di kulkas dan tiga hingga empat bulan di freezer.

4. Masakan daging sapi

Untuk masakan daging, FDA merekomendasikan untuk menyimpannya tiga hingga empat hari di kulkas dan dua hingga tiga bulan di freezer.

Sementara saus dan kaldu penyertanya bisa bertahan satu sampai dua hari di kulkas dan dua hingga tiga bulan di freezer.

Namun, sebelum mengonsumsinya, tetap pastikan kembali masakanmu masih layak konsumsi.

Baca juga: Awas, Terlalu Banyak Makan Daging Berisiko Merusak Kesehatan Usus

5. Ayam utuh

Ayam utuh bisa bertahan satu sampai dua hari di kulkas dan satu tahun di freezer. Jika kamu memiliki potongan bagiannya, misalnya dada atau paha, potongan daging tersebut juga bisa disimpan dalam waktu satu sampai dua hari di kulkas dan sembilan bulan di freezer.

Jeroan memiliki waktu penyimpanan terpendek, yakni satu atau dua hari di kuljas dan tiga hingga empat bulan di dalam freezer.

6. Masakan daging ayam

Jika kamu memasak daging ayam menjadi ayam goreng dan ingin menyimpannya, masakan itu bisa bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan hingga empat bulan di dalam freezer.

Hidangan dengan bahan baku daging ayam lainnya, misalnya yang memiliki kuah bumbu, juga dapat bertahan tiga hingga empat hari di lemari es dan bisa disimpan sedikit lebih lama di dalam freezer daripada ayam goreng, sampai empat hingga enam bulan.

Potongan daging ayam tanpa saus dapat bertahan tiga hingga empat hari di dalam kulkas atau hingga empat bulan di dalam freezer.

Sementara potongan daging ayam yang memiliki kaldu atau saus dapat bertahan pada waktu yang sama di kulkas dan hingga enam bulan di dalam freezer.

Nugget dan roti patties memiliki jangka waktu yang lebih pendek, yakni tiga hingga empat hari di kulkas dan satu hingga tiga bulan di freezer.

Baca juga: Turunkan Kolesterol dengan 8 Jenis Buah Ini setelah Banyak Makan Daging

 

7. Kornet

Jika membeli daging kornet dalam kemasan, kamu dapat menyimpannya di kulkas selama lima hingga tujuh hari, atau tiriskan dan bekukan lalu dibungkus dengan baik, agar bertahan hingga satu bulan.

Untuk daging babi kalengan dengan jenis berlabel "tetap didinginkan", dapat disimpan tanpa dibuka di kulkas selama enam hingga sembilan bulan (jangan dibekukan), atau jika dibuka dapat disimpan di kulkas selama tiga hingga lima hari dan dalam freezer selama satu hingga dua bulan.

Cara penyimpanan

Ketika menyimpan daging mentah di dalam kulkas, pastikan kamu menyimpannya dalam kemasan aslinya hingga akan memasaknya, atau letakkan di atas piring atau nampan pada barisan rak paling bawah kulkas.

Berhati-hatilah dan usahakan agar daging tidak terkena tetesan atau tumpahan, karena akan membuatnya terkontaminasi.

Untuk daging masak, biarkan daging dingin terlebih dahulu selama sekitar satu hingga dua jam di suhu temperatur, kemudian potong daging sesuai selera dan simpan di dalam wadah kedap udara di dalam kulkas.

Sementara jika menyimpan daging mentah di dalam freezer, direkomendasikan untuk mengeluarkannya dari dalam wadah asli dan menempatkannya di dalam kantong plastik yang dapat ditutup atau wadah kedap udara.

Baca juga: Bahaya Konsumsi Daging Setengah Matang

Jika menyimpannya lebih dari satu minggu, bungkus setiap potongnya dengan pembungkus plastik dan letakan di dalam kantong yang bisa ditutup kembali.

Menyimpan daging dalam porsi sajian secara individual akan membuat kita hanya mengambil daging yang diperlukan dan membiarkan sisanya tetap beku. Namun, daging giling adalah pengecualian.

Biarkan daging giling dalam kemasan aslinya, kecuali kamu ingin membaginya per porsi.

Untuk perlindungan ekstra dan mencegah kontaminasi, simpan kemasan di dalam kantong plastik. Lagi-lagi, simpan pada rak freezer paling bawah dan jauh dari bahan makanan lainnya.

Secara umum, ketika menyimpan daging di dalam freezer, kita perlu memikirkan bagaimana nanti akan mengolah daging tersebut setelah dibekukan.

Baca juga: Banyak Makan Daging Merah Olahan Tingkatkan Risiko Kanker

Kamu bisa memisahkannya menjadi potongan dan sehingga daging-daging tersebut tidak menyatu ketika dibekukan pada wadah yang sama.

Setelah siap untuk mencairkan daging, taruh daging beku di atas piring atau loyang. Jika dagingnya cukup tebal, kamu mungkin perlu waktu semalaman untuk membiarkan esnya mencair.

Jika ingin mempercepat prosesnya, letakkan daging di dalam panci lalu alirkan dengan air dingin hingga es mencair.

Air dingin membantu memastikan bagian luar daging tidak menjadi hangat saat bagian dalamnya masih dicairkan.

Baca juga: Populer sebagai Daging Kurban, Mana yang Lebih Baik Sapi atau Kambing?



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X