Kompas.com - 14/04/2020, 10:12 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com – Rambut berperan besar dalam membentuk indentitas seorang wanita, tak heran jika rambut yang terus rontok bisa mengurangi rasa kepercayaan diri dan merusak mood.

Rambut rontok yang tidak diatasi akan menyebabkan rambut menipis, bahkan kebotakan. Efeknya seseorang akan semakin stres, cemas, bahkan depresi.

Untuk memahami tentang kerontokan rambut, pertama-tama kita harus memahami dulu siklus rambut.

Setiap rambut yang sehat memiliki siklus berikut secara silih berganti: fase pertumbuhan rambut aktif (anagen) yang berlangsung 3-5 tahun, diikuti dengan periode transisi sekitar 10 hari (catagen), lalu terakhir fase telogen, yakni rambut terlepas dari akarnya.

Folikel rambut kemudian akan tidak aktif selama tiga bulan sebelum seluruh siklus dimulai kembali.

Baca juga: Adakah Cara Mempercepat Pertumbuhan Rambut?

Sebagian orang mengalami rambut rontok pada fase yang lebih cepat dari biasanya (telogen effluvium) atau lebih panjang dan mendadak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Telogen effluvium adalah tipe rambut rontok yang kembali aktif, disebabkan karena gangguan internal seperti kekurangan nutrisi, menderita penyakit, atau tiroid tidak normal,” kata ahli kesehatan rambut dan kulit kepala Anabel Kingsley.

Ia mengatakan, rambut rontok dan menipis terjadi ketika siklus rambut normal terganggu.

American Academy of Dermatologi menyebutkan, normalnya rambut per hari adalah 50-100 helai.

Dokter dermatologi Anna Drosou mengatakan, rambut rontok yang disebabkan karena hormon, stres, atau kekurangan zat besi, masih bisa dikembalikan menjadi normal.

“Sebaliknya, sulit mengembalikan rambut rontok yang disebabkan karena kasus inflamasi yang jarang atau terkait dengan faktor keturunan. Biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah ada faktor kekurangan gizi atau hormonal,” katanya.

Baca juga: 5 Tanda Gangguan Hormon yang Picu Kegemukan

Faktor yang terkait dengan hormon misalnya adalah kehamilan, menopause, gangguan tiroid, hingga ketidakseimbangan hormon insulin.

Drosou menjelaskan, sebagian besar rambut rontok terkait dengan masalah kesehatan, karenanya pola makan yang bernutrisi sangat penting.

“Rambut adalah titik pertama yang menunjukkan kerusakan ketika ada ketidakseimbangan di tubuh. Karena rambut adalah sel yang tumbuh dengan cepat, maka kebutuhan akan vitamin perlu diperhatikan,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X