Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/04/2020, 11:00 WIB
Nabilla Tashandra,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebagian orang sudah hampir satu bulan menjalani work from home (bekerja dari rumah) karena dampak pandemi Covid-19 dan entah kapan kondisi ini akan berakhir.

Meski hanya di rumah, namun banyak orang justru merasa lebih mudah sepanjang hari lelah ketika WFH. Selain itu, banyak yang juga merasakan jam kerjanya lebih panjang daripada hari-hari biasanya.

Jika kamu salah satunya, alasan berikut mungkin menjadi penyebabnya:

1. Rutinitas berubah drastis

Segala hal di sekeliling kita berubah selama pandemi, termasuk kehidupan sehari-hari. Sementara waktu tidur kita diatur oleh ritme sirkadian atau jam tubuh dalam 24 jam.

Ritme ini berfungsi ketika tubuh bekerja dalam rutinitas, seperti terpapar sinar matahari, makan dan bekerja. Ketika kita terus berada di dalam ruangan dalam waktu lama, jam biologis tersebut pun menjadi kacau.

Bekerja dari rumah membuat batasan waktu kerja dan kehidupan pribadi menjadi lebih kabur, itulah sebabnya sebagian orang merasa waktu kerjanya menjadi lebih panjang. Kondisi ini membawa dampak besar pada tingkat energi kita.

Baca juga: Mengapa Jadi Susah Tidur Selama Karantina di Rumah?

2. Menghabiskan banyak waktu di tempat tidur

WFH mungkin membuat banyak dari kita bekerja dari tempat tidur. Meski terdengar nyaman, namun kondisi ini akan membuat tempat tidur diasosiasikan sebagai tempat untuk tetap terjaga dan akan mengganggu rutinitas tidur malam kita.

Selain itu, semakin lama waktu dihabiskan di tempat tidur, akan semakin tinggi pula keinginan kita untuk menambah waktu tidur. Maka, demi kuantitas dan kualitas tidur yang tepat, usahakan bekerja di luar tempat tidur, terutama pada pagi dan siang hari.

Ilustrasi streaming film di laptop.Shutterstock Ilustrasi streaming film di laptop.

3. Banyak menggunakan ponsel

Pembatasan sosial membuat kita semua lebih banyak menghabiskan waktu dengan menggunakan gawai, menggunakan internet dan mengakses media sosial. Terhubung dengan orang lain memang penting, namun ketika kita melakukannya terlalu banyak maka energi yang dihabiskan juga lebih banyak.

Selain itu, sinar biru pada layar juga bisa mengganggu ritme sirkadian serta membuat tubuh bingung membedakan antara siang dan malam hari.

Baca juga: Mencegah Anak Kecanduan Gadget Selama Masa Karantina

4. Kecemasan

Berada di situasi penuh ketidakpastian seperti sekarang ini membuat sebagian orang merasa stres dan cemas. Stres berkepanjangan bisa berdampak besar terhadap tubuh dan pikiran kita.

Rasa cemas tidak bisa bertemu lagi dengan orang-orang tercinta, kehilangan pekerjaan, dan lainnya. Semua kekhawatiran ini bisa membuat kita lelah secara emosional dan memicu rasa kurang berenergi.

Baca juga: Anak Jadi “Bandel” saat Karantina, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com