Kompas.com - 15/04/2020, 11:25 WIB
Para pekerja PT Eigerindo MPI tengah memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) untuk dibagikan gratis kepada tenaga medis. Dok EIGER ADVENTUREPara pekerja PT Eigerindo MPI tengah memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) untuk dibagikan gratis kepada tenaga medis.

KOMPAS.com – Merek perlengkapan luar ruang asal Bandung, Eiger mengalihfungsikan lini produksi manufaktur mereka untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) yang akan dibagikan gratis.

CEO PT Eigerindo MPI, Ronny Lukito mengatakan, APD yang diproduksi berupa baju coverall, pelindung muka, dan masker kain non-medis.

“Tahap awal, kami memproduksi 5.000 pieces baju hazmat (coverall suit) dan 2.000 pieces pelindung muka (face shield),” ujar Roni saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Ronny mengatakan, APD tersebut nantinya akan dibagikan secara gratis kepada tim medis yang membutuhkan.

Baca juga: Eiger Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMK hingga S1

Selain itu, Eiger pun memproduksi 50.000 pieces masker kain non-medis yang juga akan dibagikan secara gratis, kepada para pekerja informal yang membutuhkan.

“Seperti para pengendara ojol (ojek online), pedagang kecil, UMKM, dan masyarakat umum lainnya yang terdampak," cetus Ronny.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Rabu (8/4/2020), bantuan pertama APD Eiger berupa 4.000 unit baju hazmat, 1.000 unit pelindung muka, dan 5.000 unit masker kain non-medis telah diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bantuan ini nantinya akan didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan bersama Jabar Quick Response.

Ronny juga menjelaskan, selain bantuan APD, Eiger membagikan 5.000 kg beras kepada 1.000 kepala keluarga masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Baca juga: Nyaman di Luar Ruang, Eiger Bikin Koleksi Hijab Dingin

Eiger pun melakukan penyemprotan disinfektan gratis di lingkungan desa sekitar pabrik PT Eigerindo MPI.

"Kami turut serta dalam Gerakan '1 Juta Liter Disinfektan', bekerjasama dengan Vertical Rescue Indonesia untuk 33 kecamatan se-Bandung Raya," tutur Ronny.

Menurut Ronny, sejak 17 Maret 2020, Eiger memberlakukan kebijakan work from home (WFH) sesuai instruksi pemerintah dalam penanggulangan penyebaran dan penanganan Covid-19.

Sejak WFH, otomastis kegiatan produksi dihentikan sementara.

Namun, di tengah pandemi corona ini, mereka lantas -untuk sementara, mengalihkanfungsikan lini produksi manufaktur tersebut untuk membuat APD.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.