Kompas.com - 15/04/2020, 19:08 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Saat ini banyak peneliti tengah mengembangkan obat untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Dan beberapa waktu lalu, sebuah studi dari Gilead Sciences melaporkan hasil awal dari penggunaan obat antivirus, remdesivir dalam merawat pasien dengan Covid-19.

Studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine tersebut mengevaluasi respons 53 pasien yang diberi remdesivir berdasarkan pemakaian suka rela.

Baca juga: Vaksin TB, Ampuh untuk Mengatasi Covid-19?

Sebanyak 36 pasien menunjukkan perbaikan klinis, sedangkan delapan pasien kondisinya memburuk.

Pasien tanpa ventilator cenderung berada dalam kondisi lebih baik daripada mereka yang memakai ventilator. Dari total 53 pasien, tujuh orang di antaranya meninggal dunia.

Pada penggunaan obat ini, semua pasien dalam kondisi serius dan memerlukan semacam dukungan oksigen, termasuk ventilasi mekanis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pasien menerima obat dari tanggal 25 Januari - 7 Maret 2020. Kondisi pasien diikuti selama 18 hari atau kurang.

Sampel pasien diambil dari 53 rumah sakit di seluruh dunia. Antara lain 22 rumah sakit di AS, 22 di Eropa atau Kanada, dan sembilan di Jepang.

Baca juga: Para Ilmuwan Universitas Pittsburg Yakin Telah Menemukan Vaksin Corona

Lebih dari setengah pasien dalam penelitian ini mengalami efek samping dari obat, mulai dari ruam dan diare hingga cedera ginjal akut.

Para penulis penelitian mencatat, ada beberapa faktor menyulitkan untuk menafsirkan hasil penelitian.

Di antaranya adalah jumlah pasien yang sedikit, durasi tindak lanjut yang relatif singkat, dan kurangnya kelompok kontrol, di mana orang hanya menerima plasebo, bukan obat aktif.

Sejumlah penelitian berskala besar kini tengah berlangsung dan diharapkan dapat memberi bukti yang lebih pasti terkait manfaat dari remdesivir, dan kegunaannya dalam mengobati penyakit tertentu.

Baca juga: Avigan Favipiravir, Obat Flu Jepang yang Disebut Efektif Hadapi Corona

Per hari Sabtu (11/4/2020), jumlah kasus virus corona di dunia mencapai angka 1,7 juta kasus, berdasarkan data yang diperoleh dari worldometers.info. Sebanyak 102.760 orang meninggal dunia, dan 376.572 orang dinyatakan pulih.

Sedangkan Indonesia memiliki 3.512 kasus virus corona, yang menyebabkan 306 orang meninggal dunia.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Penderita Asma agar Tak Terinfeksi Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NPR
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.