Kompas.com - 16/04/2020, 09:14 WIB
Terlihat pengumuman social distancing di dalam lift gedung NCS Hub di Ang Mo Kio, Singapura Utara. Peraturan social distancing resmi diberlakukan di Negeri ?Singa? mulai Kamis, 26 Maret 2019, pukul 23.59. Perkumpulan juga dibatasi maksimal 10 orang, dan jarak setiap orang harus paling dekat 1 meter. Eunice LeeTerlihat pengumuman social distancing di dalam lift gedung NCS Hub di Ang Mo Kio, Singapura Utara. Peraturan social distancing resmi diberlakukan di Negeri ?Singa? mulai Kamis, 26 Maret 2019, pukul 23.59. Perkumpulan juga dibatasi maksimal 10 orang, dan jarak setiap orang harus paling dekat 1 meter.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak aspek dalam kehidupan manusia.

Di antara perubahan itu --tentu saja, adalah bagaimana orang bekerja, bersosialisasi, hingga melakukan aktivitas lain, seperti berolahraga.

Dengan semua perubahan tersebut, kita pun membayangkan, kapan tepatnya pandemi ini akan berakhir, dan kita dapat kembali menjalankan aktivitas sebagai manusia normal.

Berdasarkan hasil penelitian di Harvard T.H. Chan's School of Public Health, langkah pembatasan sosial (social distancing) akan diperlukan hingga tahun 2022.

Baca juga: Dirumahkan Selama Social Distancing? Saatnya Belajar Keterampilan Baru

Hal itu diramalkan bakal terjadi jikamasih  tidak ada vaksin atau pun perawatan yang efektif terhadap mereka yang terjangkit virus corona.

Pada sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Science, Selasa (14/4/2020), tim ahli epidemiologi di Harvard juga menilai apa yang diketahui tentang Covid-19 -dan virus corona lain, untuk memprediksi kemungkinan skenario krisis kesehatan global saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi itu mencatat, langkah pembatasan sosial seperti menutup sekolah, larangan berkumpul di area umum, dan tetap berada di rumah, bisa diperlukan hingga beberapa tahun mendatang.

"Tidak ada intervensi lain, metrik kunci untuk keberhasilan pembatasan sosial adalah apakah kapasitas perawatan kritis telah dilampaui," demikian diungkapkan peneliti dalam laporan tersebut.

"Untuk menghindari ini, pembatasan sosial yang lama mungkin diperlukan hingga tahun 2022."

Para peneliti mengatakan sangat penting untuk menemukan apakah virus corona bisa hilang setelah gelombang pandemi awal ini, seperti wabah SARS di tahun 2003.

Baca juga: Lihat, Social Distancing Bikin Para Seleb Jadi Sering ke Dapur

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.